Sinergi antara Pemkot Pontianak dan perguruan tinggi dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus menjawab tantangan pembangunan kota.
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menekankan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menjawab berbagai persoalan perkotaan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga dampak ekonomi lokal, seiring peresmian Gedung Leopold Mandic Universitas Widya Dharma Pontianak, Sabtu (25/04/2026).
Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut sinergi antara pemerintah dan kampus menjadi kunci dalam mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan, terutama di tengah tantangan perkotaan seperti pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, dan kepadatan lalu lintas.
“Pontianak juga pusat pendidikan. Ini yang sangat memberikan dampak terhadap IPM Pontianak. Sekarang IPM kita masuk kategori sangat tinggi,” ujarnya saat penandatanganan prasasti peresmian gedung tersebut, sebagaimana diberitakan Prokopim, Sabtu (25/04/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas dinamika kota. Dengan jumlah penduduk hampir 700 ribu jiwa, Pemkot Pontianak membutuhkan kontribusi pemikiran dan inovasi dari kalangan akademisi.
“Kami berusaha membuat Pontianak menjadi kota yang toleran, nyaman, dan berdampingan. Tentu ini membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk perguruan tinggi,” ungkapnya.
Selain aspek pembangunan, aktivitas kampus juga dinilai memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal. Kehadiran puluhan ribu mahasiswa, termasuk dari luar daerah, turut mendorong tumbuhnya sektor hunian, kuliner, transportasi, hingga jasa lainnya.
“Di sekitar kampus dengan ribuan mahasiswa pasti ada kontribusi bagi ekonomi. Di Pontianak ada sekitar 43 ribu mahasiswa dari luar daerah yang turut memberi warna bagi ekonomi dan kehidupan kota,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma Polycarpus Widjaja Tandra menegaskan perguruan tinggi harus aktif berkontribusi terhadap kebutuhan masyarakat dan tidak terjebak sebagai institusi yang eksklusif.
“Universitas tidak boleh menjadi menara gading yang terpisah dari masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dengan pemerintah,” tuturnya.
Ia menambahkan, Universitas Widya Dharma Pontianak berkomitmen menyelaraskan pengembangan institusi dengan arah kebijakan Pemkot Pontianak. Perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu memberikan solusi konkret bagi masyarakat.
“Kita belajar bukan hanya untuk ilmu, tetapi juga untuk hidup dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Universitas Widya Dharma Pontianak yang berdiri sejak 2019 kini memiliki tiga fakultas dan delapan program studi. Ke depan, kolaborasi antara kampus dan Pemkot Pontianak diharapkan semakin diperkuat guna mempercepat pembangunan SDM sekaligus menjawab tantangan perkotaan secara komprehensif. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan