Forkopimda Kutim Dorong Deteksi Dini Banjir dan Kebakaran

Forkopimda Kutim menekankan penguatan deteksi dini untuk mengantisipasi banjir, kebakaran permukiman, dan kebakaran lahan, sekaligus menyoroti aksi balap liar di kalangan remaja.

KUTAI TIMUR – Ancaman banjir, kebakaran permukiman, dan kebakaran lahan menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutim. Dalam rapat tertutup di Markas Komando (Mako) Komando Distrik Militer (Kodim) 0909/Sangatta, Senin (15/06/2026), jajaran Forkopimda menekankan pentingnya deteksi dini untuk menekan risiko bencana di sejumlah wilayah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, persoalan kebencanaan masih menjadi isu yang harus diantisipasi bersama. Menurut dia, banjir dan kebakaran masih berpotensi terjadi sehingga koordinasi lintas lembaga perlu diperkuat, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Senin, (15/06/2026).

“Kita masih mengedepankan persoalan kebencanaan yang sampai saat ini masih sering terjadi di beberapa wilayah di Kutim, misalnya banjir, kebakaran pemukiman dan kebakaran lahan,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman

Ardiansyah menyebut ancaman banjir masih mengintai beberapa wilayah di Kutim. Salah satu pemicunya adalah peningkatan curah hujan yang dipengaruhi fenomena pemanasan suhu permukaan laut secara tidak normal. Kondisi itu dinilai dapat memengaruhi cuaca dan meningkatkan risiko bencana.

Selain banjir, rapat Forkopimda Kutim juga membahas potensi kebakaran permukiman dan kebakaran lahan. Meski intensitas kebakaran lahan saat ini masih tergolong kecil, kewaspadaan tetap dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Masukan dari yang diterima dalam rapat hari ini, yakni deteksi dini sesegera mungkin dimaksimalkan oleh instansi terkait. Salah satunya BPBD,” tegasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim menjadi salah satu instansi yang diharapkan memaksimalkan upaya deteksi dini. Langkah tersebut diperlukan agar potensi bencana dapat diketahui lebih cepat dan tidak berkembang menjadi kejadian yang berdampak luas.

Selain kebencanaan, rapat juga menyoroti persoalan sosial berupa maraknya kenakalan remaja di jalan raya, terutama aksi balap liar. Pemkab Kutim menilai persoalan tersebut perlu ditangani melalui koordinasi dengan lembaga terkait, termasuk satuan pendidikan.

“Mungkin akan kita coba undang Dinas Pendidikan untuk menyampaikan ke sekolah-sekolah bagi anak-anak yang suka balapan liar,”pungkasnya.

Rapat tersebut dipimpin Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim Jimmi, Komandan Kodim (Dandim) 0909/Kutim Ragil Setyo Yulianto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutim Tutuko Wahyu Minulyo, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kutim Fauzan Arianto, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim Tejo Yuwono. Melalui penguatan deteksi dini dan koordinasi lintas sektor, Forkopimda Kutim berharap ancaman bencana maupun persoalan sosial di jalan raya dapat ditekan sejak awal. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com