Harga Dexlite Meroket, DPRD Dorong Transportasi Listrik Jadi Solusi

Lonjakan harga BBM nonsubsidi mendorong DPRD Balikpapan mempercepat transisi kendaraan listrik dan transportasi massal.

BALIKPAPAN – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan (Balikpapan) Wahyullah Bandung mendorong percepatan transisi ke kendaraan listrik di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang dinilai sebagai momentum penting mengurangi ketergantungan pada energi fosil, Rabu (22/04/2026).

Dorongan tersebut menguat setelah lonjakan harga BBM jenis Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter pada pertengahan April 2026. Kenaikan signifikan ini dianggap sebagai sinyal bahwa penggunaan energi fosil semakin berisiko, baik dari sisi ekonomi maupun ketersediaan jangka panjang.

“Memang ke depan kita harus mulai meninggalkan kendaraan berbahan bakar fosil. Energi itu terbatas. Kendaraan masa depan adalah kendaraan listrik,” ujar Wahyullah di Gedung DPRD Balikpapan.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah memulai langkah awal melalui program bus perkotaan Bacitra yang masih dalam tahap uji coba. Program ini direncanakan akan diserahterimakan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, sekaligus diiringi pengajuan armada berbasis listrik atau electric vehicle (EV).

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap Bacitra menjadi indikator kesiapan warga beralih ke transportasi umum yang lebih efisien dan terjangkau.

“Ini menunjukkan masyarakat Balikpapan sebenarnya siap beralih ke angkutan massal. Kota modern itu ditandai dengan transportasi umum yang kuat, dan bus jadi tulang punggungnya,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama keterbatasan armada yang menyebabkan penumpukan penumpang pada jam sibuk.

Dalam jangka pendek, Wahyullah menegaskan pentingnya pengurangan konsumsi energi fosil melalui pembatasan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak sebagai bagian dari upaya efisiensi energi.

“Kalau energinya mau dijaga, ya harus dikurangi penggunaannya. Mau tidak mau, ini jadi bagian dari efisiensi,” tegasnya.

Ia menambahkan, dinamika global turut memengaruhi ketidakstabilan pasokan energi fosil sehingga mendorong perlunya inovasi dan percepatan transisi menuju energi alternatif.

Lebih lanjut, Wahyullah menekankan pentingnya perubahan pola hidup masyarakat, khususnya peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum sebagai keniscayaan perkembangan zaman.

“Perubahan itu pasti terjadi. Seperti teknologi komunikasi yang berubah, transportasi juga akan berubah. Kita harus menyesuaikan diri,” ungkapnya.

Dalam perencanaan jangka panjang, pengembangan sistem transportasi di Balikpapan juga mencakup moda bus cepat atau bus rapid transit (BRT), serta opsi transportasi berbasis rel seperti light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT).

DPRD Balikpapan, lanjut Wahyullah, mendukung penuh langkah pengurangan konsumsi energi fosil dan pengembangan transportasi berbasis listrik sebagai solusi masa depan. “Kendaraan listrik itu ke depan jadi solusi. Tidak seperti bahan bakar fosil yang terbatas. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan transisinya,” pungkasnya.

Ia berharap kenaikan harga BBM dapat menjadi titik balik bagi pemerintah dan masyarakat untuk mempercepat peralihan menuju sistem transportasi yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan. []

Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com