Hilang Berhari-hari, Remaja Tanbu Ditemukan Tewas Mengapung di Laut

Remaja asal Tanah Bumbu yang sempat dilaporkan hilang akhirnya ditemukan meninggal dunia di perairan Muara Asam-Asam setelah proses identifikasi oleh petugas.

TANAH LAUT – Identitas jenazah perempuan yang ditemukan mengapung di perairan Muara Asam-Asam, Kecamatan Jorong, akhirnya terkonfirmasi sebagai remaja asal Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), setelah proses identifikasi oleh petugas dan pengakuan pihak keluarga pada Minggu (19/04/2026).

Korban diketahui bernama Nurhayati (16), warga Desa Satui Barat, Tanbu, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak pertengahan April 2026. Penemuan jenazah terjadi sekitar pukul 07.45 Wita, saat warga melihat sesosok tubuh mengapung di laut dan segera melaporkannya kepada aparat.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tanah Laut (Tala) Ricky Boy Siallagan melalui Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Kepolisian Resor (Polres) Tala Alamsyah Sugiarto membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, korban ditemukan tidak jauh dari bibir pantai dalam kondisi telungkup.

“Korban ditemukan sekitar empat meter dari bibir pantai dalam posisi telungkup, mengenakan baju kuning dan celana pendek merah,” ujarnya sebagaimana diberitakan Radar Banjarmasin, Minggu (19/04/2026).

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Tala bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin Pelaihari untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi dan diduga keluar rumah pada malam hari sebelum akhirnya dinyatakan hilang. Pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah hingga kawasan pesisir, namun tidak menemukan hasil hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Setelah dievakuasi, korban dibawa ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. Pihak keluarga telah mengkonfirmasi identitas korban dan menolak dilakukan otopsi,” tambahnya.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anggota keluarga dengan kondisi kesehatan tertentu, terutama saat berada di lingkungan berisiko seperti kawasan pesisir. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com