Partai Demokrat menanam 1.000 bibit mangrove di Teluk Bangko, Bontang, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-25 sekaligus upaya memperkuat pelestarian ekosistem pesisir.
BONTANG – Partai Demokrat menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir Teluk Bangko, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Rabu (06/08/2026). Aksi lingkungan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat itu ditujukan untuk membantu menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang mengusung semangat penghijauan dan perlindungan lingkungan. Penanaman mangrove melibatkan pengurus Partai Demokrat bersama sejumlah elemen masyarakat.
Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Sumardi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen Partai Demokrat terhadap pelestarian lingkungan sekaligus momentum memperingati HUT ke-25 partai dan ulang tahun ke-48 Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Ulang tahun Partai Demokrat yang ke-25 dan Ketua Umum AHY yang ke-48 tahun, semoga Partai Demokrat tambah jaya dan saya pribadi bersama seluruh warga Bontang serta pengurus Partai Demokrat mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pak Ketum AHY, semoga sukses, diberkahi panjang umur dan cita-citanya diijabah Allah Ta’ala,” ujarnya saat ditemui.
Sumardi menjelaskan, sebanyak 1.000 bibit mangrove telah ditanam dalam kegiatan yang dipusatkan di Teluk Bangko tersebut. Penanaman itu melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pengurus Partai Demokrat sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir.
“Untuk ulang tahun Demokrat yang ke-25 ini penanaman bibit mangrove yang dilaksanakan di Teluk Bangko, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, alhamdulillah tadi secara seremonial sudah semua ditanam 1.000 pohon mangrove atau bakau,” katanya.
Menurut Sumardi, penanaman mangrove tidak semata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.
“Mengurangi global warming atau pemanasan bumi, dan semua orang-orang ikut serta menanam mangrove khususnya di pantai-pantai, terkhusus di Bontang dan umumnya di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberadaan mangrove memberikan manfaat ekologis, di antaranya menyerap karbon dioksida serta membantu melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan dampak cuaca ekstrem.
“Indonesia semoga menyadari bahwa mangrove atau bakau itu bisa memberikan kontribusi dalam menyerap CO2 dan untuk mengurangi abrasi serta menangkis badai-badai yang ada di tepi laut,” tuturnya.
Sumardi berharap aksi penghijauan tersebut dapat mendorong masyarakat, pemerintah, organisasi politik, dan berbagai pihak lainnya untuk semakin aktif menjaga kelestarian kawasan pesisir. Kolaborasi antarelemen dinilai penting agar ekosistem mangrove tetap terpelihara dan manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang. []
Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan