HUT ke-36 PW BKAG Bontang Usung Kasih yang Berdampak

PW BKAG Kota Bontang memperingati HUT ke-36 melalui donor darah dan ibadah syukur sebagai wujud pelayanan sosial serta penguatan kerukunan lintas gereja.

BONTANG – Persekutuan Wanita Badan Kerja Sama Antar Gereja (PW BKAG) Kota Bontang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 dengan menggelar aksi donor darah dan ibadah syukur sebagai bentuk nyata pelayanan sosial, Selasa (21/07/2026). Kegiatan tersebut menegaskan peran strategis perempuan lintas gereja dalam memperkuat kepedulian, toleransi, dan kerukunan masyarakat.

Aksi donor darah yang dilaksanakan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bontang diikuti 21 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan untuk mendonorkan darah.

Perayaan bertema “Kasih yang Melayani, Iman yang Berdampak” itu berlangsung di Auditorium 3 Dimensi, Gedung Wali Kota Awang Long. Kegiatan tersebut, sebagaimana dilansir Ppid Setda, Selasa, (21/07/2026), menjadi momentum bagi PW BKAG untuk memperbarui komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Ketua Panitia Surgia Pambendan Somalinggi mengatakan, peringatan HUT tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana memperkuat pelayanan sosial dan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Aksi donor darah tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang karena dinilai mencerminkan semangat pelayanan yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Agus Haris mengatakan, perempuan memiliki posisi penting dalam membangun ketahanan keluarga, membentuk karakter generasi penerus, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Organisasi keagamaan seperti PW BKAG merupakan mitra strategis dalam membangun masyarakat yang rukun, harmonis, dan sejahtera. Kami berharap semangat kasih dan pelayanan terus tumbuh sehingga Bontang menjadi kota yang maju sekaligus hangat, inklusif, dan nyaman untuk semua,” ujar Agus Haris menegaskan komitmen Pemkot.

Menurut Agus, kiprah PW BKAG selama 36 tahun menunjukkan bahwa organisasi perempuan berbasis keagamaan dapat berperan melampaui kegiatan internal gereja. PW BKAG dinilai turut menjaga persatuan perempuan lintas gereja serta memperkuat hubungan sosial di tengah keberagaman masyarakat Bontang.

Agus juga mengingatkan bahwa percepatan pembangunan Bontang sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN) harus berjalan seiring dengan penguatan toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan kerukunan antarumat beragama.

Perayaan tersebut turut dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Yulianus Henock Sumual, jajaran pengurus Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG), perwakilan gereja, Ketua Yayasan Manajemen Bontang, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Yulianus mendorong masyarakat terus merawat persatuan dan keberagaman melalui pengamalan Empat Pilar Kebangsaan. Nilai kebangsaan tersebut dinilai penting sebagai perekat masyarakat di tengah perbedaan latar belakang agama, suku, dan budaya.

Keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan itu juga memperlihatkan bahwa pelayanan keagamaan dapat dipadukan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Kolaborasi antara organisasi keagamaan, pemerintah, lembaga sosial, dan pelaku usaha diharapkan terus berkembang serta memberi dampak nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi Bontang.

Melalui peringatan HUT ke-36, PW BKAG diharapkan terus memperluas kegiatan sosial, menjaga kerukunan lintas gereja, dan menjadi mitra Pemkot Bontang dalam mewujudkan kota yang harmonis, inklusif, serta nyaman bagi seluruh masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com