Ibnu Araby Sebut SDN 012 Lok Bahu Akan Direvitalisasi Jadi Sekolah Panggung

Pemkot Samarinda menyiapkan revitalisasi total SDN 012 Lok Bahu dengan opsi bangunan panggung untuk mengatasi banjir yang kerap mengganggu kegiatan belajar mengajar.

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan revitalisasi total Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, setelah sekolah tersebut berulang kali terdampak banjir saat hujan deras.

Sekolah yang berada di kawasan cekungan itu kerap terendam air hingga lebih dari setengah meter. Kondisi tersebut mengganggu proses belajar mengajar sekaligus mempercepat kerusakan sarana dan prasarana pendidikan.

Percepatan rencana revitalisasi dilakukan setelah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Ibnu Araby, bersama Tim Wali Kota Akselerasi Pembangunan (TWAP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Bagian Hukum, serta jajaran kecamatan meninjau langsung lokasi sekolah pada Kamis (04/06/2026).

Ibnu mengatakan, SDN 012 Lok Bahu berada di wilayah cekungan sehingga air hujan mudah berkumpul dan menggenangi area sekolah. “Sekolah ini berada di daerah cekungan, sehingga ketika hujan deras turun, air cepat berkumpul dan menggenangi lingkungan sekolah,” ujarnya Ibnu Araby kepada awak media.

Sebelumnya, Disdikbud Samarinda telah menyusun Detail Engineering Design (DED) pada 2025. Dalam rancangan awal, revitalisasi dilakukan dengan peninggian lahan melalui urukan tanah setinggi sekitar 1,5 meter agar elevasi sekolah tidak lagi sejajar dengan permukaan genangan air.

Namun, setelah dievaluasi bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD), muncul alternatif desain baru yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi geografis kawasan tersebut, yakni membangun sekolah dengan konsep panggung.

Menurut Ibnu, konsep sekolah panggung memungkinkan air tetap mengalir di bawah bangunan tanpa tertahan oleh struktur utama gedung. Dengan demikian, potensi genangan di area sekolah dapat ditekan saat curah hujan tinggi.

“Awalnya kami menggunakan konsep urukan. Tetapi dalam pembahasan bersama, ada usulan agar bangunan dibuat model panggung supaya air dapat langsung mengalir dan tidak tertahan di kawasan sekolah,” jelas Ibnu Araby.

Konsep bangunan panggung bukan hal baru di Samarinda. Sejumlah sekolah di kawasan rawan banjir telah menggunakan desain serupa dan dinilai mampu meminimalkan dampak genangan terhadap aktivitas pendidikan.

Revitalisasi SDN 012 Lok Bahu direncanakan mulai direalisasikan pada 2027 dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Karena bersifat revitalisasi total, seluruh bangunan lama akan dibongkar dan dibangun kembali dengan elevasi lebih tinggi serta struktur yang lebih tahan terhadap potensi banjir.

“Nanti di 2027 atau ketika anggaran memungkinkan, pembangunan bisa dilaksanakan. Karena ini sifatnya revitalisasi total, bangunan harus dibongkar dan dinaikkan semua,” tegas Ibnu Araby.

Pemkot Samarinda berharap proses perencanaan hingga pembangunan dapat berjalan lancar. Revitalisasi tersebut diharapkan membuat kegiatan belajar mengajar di SDN 012 Lok Bahu berlangsung lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan meski berada di kawasan rawan banjir.

“Harapannya perencanaan ini tidak terlalu lama dan sekolah-sekolah yang membutuhkan bisa segera diperbaiki agar kegiatan belajar mengajar berjalan aman dan nyaman,” tutup Ibnu. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com