Iran Balas Pernyataan Trump soal Selat Hormuz dengan Sindiran Tajam

Iran mengecam rencana tarif 20 persen yang diumumkan Presiden AS Donald Trump terhadap kapal kargo di Selat Hormuz, di tengah pemberlakuan kembali blokade terhadap wilayah pesisir Iran.

JAKARTA – Pemerintah Iran menyindir rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengenakan tarif hingga 20 persen terhadap kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz di tengah penerapan blokade Angkatan Laut AS. Teheran menilai besaran tarif tersebut terlalu tinggi, sembari menegaskan Iran tetap menjadi pihak yang menjaga keamanan jalur pelayaran strategis itu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyampaikan tanggapan tersebut melalui akun media sosial X setelah Trump mengumumkan kebijakan tarif sebagai kompensasi atas operasi militer AS dalam mengamankan Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, Araghchi mengatakan, “Potus benar sekali. Siapa pun yang menjamin pelayaran aman dan terjamin bagi kapal-kapal komersial di Selat Hormuz patut mendapatkan imbalan atas layanan tersebut.”

Ia kemudian menegaskan, “Iran senantiasa menjadi penjaga selat ini dan akan tetap demikian selamanya.”

Menanggapi besaran tarif yang diusulkan Washington, Araghchi kembali melontarkan sindiran. “Tarif 20% tentu saja terlalu tinggi. Kami akan bersikap adil,” imbuh Menlu Iran itu.

Sementara itu, Trump sebelumnya menyatakan AS akan kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Kebijakan tersebut, sebagaimana diberitakan Detiknews, Selasa, (15/07/2026), dijadwalkan mulai berlaku pada pukul 20.00 Greenwich Mean Time (GMT) pada 14 Juli atau pukul 03.00 WIB, 15 Juli 2026.

Menurut Joint Maritime Information Centre (JMIC), blokade mencakup seluruh wilayah pesisir selatan Iran, termasuk pelabuhan dan terminal minyak. Meski demikian, kapal-kapal netral yang melintasi Selat Hormuz menuju atau berasal dari negara selain Iran tetap diizinkan berlayar, sementara pengiriman bantuan kemanusiaan dapat dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan.

JMIC juga menyebut kapal yang membantu pihak lain menghindari blokade melalui pemindahan muatan antarkapal dan diduga bekerja sama dengan Iran akan menjadi sasaran pemeriksaan. Kapal yang tidak mematuhi instruksi pasukan blokade berpotensi dikenai tindakan pelumpuhan hingga serangan.

Trump menegaskan kebijakan tersebut bertujuan menjamin keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan yang dinilai rawan konflik.

“Selat Hormuz terbuka dan akan tetap terbuka, dengan atau tanpa Iran. Kami memberlakukan kembali blokade Iran,” tulis Trump di Truth Social miliknya.

Trump juga menyatakan, “AS… akan mendapatkan penggantian biaya, sebesar 20% dari semua kargo yang dikirim, untuk segala biaya yang diperlukan guna menjamin keselamatan dan keamanan di wilayah dunia yang sangat rawan konflik ini.” Kebijakan itu memicu respons kritis dari Iran sekaligus memperlihatkan meningkatnya ketegangan kedua negara terkait kendali atas salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com