Selat Hormuz Memanas, Iran Nilai Tarif Trump Kemahalan

Menlu Iran Abbas Araghchi menyindir rencana Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz dan menilai besaran yang diusulkan terlalu tinggi.

TEHERAN – Pemerintah Iran menyindir rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin mengenakan tarif sebesar 20 persen terhadap kapal-kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menilai besaran tarif tersebut terlalu tinggi, meski mengakui bahwa pemberian kompensasi bagi pihak yang menjamin keamanan jalur pelayaran merupakan konsep yang pernah diusulkan Teheran.

Melalui unggahan di media sosial X, Araghchi menanggapi pernyataan Trump dengan nada satir. Ia menyebut gagasan pemberian kompensasi bagi pihak yang menjaga keamanan pelayaran memang dapat dibenarkan.

Araghchi selanjutnya menegaskan Iran tetap akan mengendalikan Selat Hormuz sesuai nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah ditandatangani Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Juni 2026.

Menlu Iran itu juga menyindir besaran tarif yang diusulkan Trump.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menyampaikan bahwa AS akan mengambil alih operasi pengamanan Selat Hormuz dan meminta negara-negara yang memanfaatkan jalur pelayaran strategis tersebut membayar biaya perlindungan kepada Washington.

Trump juga mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap kapal yang menuju maupun meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada Selasa (14/07/2026) dan diperkirakan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk Persia yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia. []

Redaksi1

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com