Irau Malinau 2026 Ditarget Dongkrak UMKM dan Pariwisata

Masuk dalam 125 KEN Kemenpar RI 2026, Festival Budaya Irau Malinau ke-12 diarahkan memberikan manfaat nyata bagi UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal.

MALINAU
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menargetkan Festival Budaya Irau Malinau ke-12 tidak berhenti sebagai perayaan budaya, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perekonomian daerah, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pelestarian kearifan lokal. Persiapan festival yang akan digelar pada Oktober 2026 itu mulai dimatangkan setelah Irau Malinau masuk dalam 125 Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) 2026.

Bupati Malinau Wempi Malinau meminta penyelenggaraan Irau yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau dikaji secara matang, termasuk dari sisi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kegiatan harus memberikan dampak terhadap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), perekonomian daerah, pariwisata, ekonomi kreatif dan kearifan lokal,” tegasnya.

Penekanan terhadap manfaat ekonomi tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan Irau 2026 karena agenda budaya itu kini tidak lagi diselenggarakan dua tahun sekali. Setelah masuk kalender KEN Kemenpar RI, Irau Malinau dijadwalkan berlangsung setiap tahun sebagai salah satu rangkaian peringatan hari jadi daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau Ernes Silvanus mengatakan Pemkab Malinau telah menggelar rapat untuk mematangkan penyelenggaraan festival, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (21/08/2026).

“Kita sudah melaksanakan rapat untuk mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Seni Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12 Tahun 2026,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau Ernes Silvanus di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemkab Malinau juga mengarahkan festival untuk lebih banyak menampilkan potensi yang tumbuh dari masyarakat setempat. Seni, budaya, kreativitas lokal, serta keterlibatan generasi muda diproyeksikan menjadi bagian utama dalam rangkaian kegiatan.

“Di tahun ini kita lebih menggali potensi lokal dan budaya lokal. Kita ingin anak-anak dan masyarakat Malinau semakin bangga dengan budaya daerahnya,” katanya.

Rangkaian Irau Malinau 2026 direncanakan berlangsung sekitar satu pekan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan yang dipersiapkan meliputi pertunjukan seni dan budaya, permainan rakyat bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), keterlibatan pelajar, penampilan grup musik lokal, serta sejumlah agenda pendukung lainnya.

Format tersebut berbeda dibandingkan penyelenggaraan Irau Malinau 2025 yang berlangsung selama 20 hari dengan menampilkan beragam atraksi budaya. Pemangkasan durasi penyelenggaraan tahun ini menjadi salah satu bagian dari penyesuaian konsep festival sekaligus pertimbangan terhadap penggunaan anggaran daerah.

Pemkab Malinau berharap status Irau dalam kalender KEN dapat dimanfaatkan untuk memperluas promosi budaya daerah sekaligus meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat. Dengan penyelenggaraan yang lebih terarah, festival diharapkan mampu memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap budaya lokal serta membuka ruang lebih besar bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com