Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan penghentian perang dengan AS dan Israel ketika Teheran menghadapi ancaman sanksi ekonomi baru dari Washington.
TEHERAN – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan agar perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel segera diakhiri. Seruan itu disampaikan ketika Teheran menghadapi ancaman pengetatan sanksi ekonomi dari Washington dan tekanan internasional di tengah konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Pezeshkian menyatakan Iran berada dalam posisi yang menurutnya cukup kuat untuk mengakhiri perang dengan tetap mempertahankan martabat negara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan para dokter, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat (21/08/2026).
“Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang selagi kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat, serta saat seluruh dunia mengakui kemenangan kita dan menegaskan bahwa Amerika telah menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur kita-melanggar segala aturan-dan dibenci di seluruh dunia,” ujarnya dalam pertemuan dengan para dokter.
Seruan tersebut muncul setelah Kementerian Luar Negeri Iran menuding AS melakukan “terorisme ekonomi” dan “kejahatan terhadap kemanusiaan” sebagai respons atas rencana Washington memperketat sanksi terhadap Teheran.
“Para pelaku dan pihak yang memicu sanksi ini patut diadili dan dihukum karena melakukan kejahatan keji semacam itu,” demikian pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah, dikutip dari AFP.
Tekanan ekonomi terhadap Iran juga semakin menguat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis menyatakan Washington akan “meruntuhkan” rezim Iran melalui kampanye sanksi ekonomi. AS bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang dinilai tetap melakukan kerja sama ekonomi dengan Iran.
Di tengah tekanan tersebut, China mengambil posisi berbeda dengan mengkritik pendekatan berupa sanksi dan tekanan ekonomi. Beijing menilai kebijakan tersebut tidak akan menyelesaikan konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian menyampaikan sikap tersebut ketika ditanya mengenai ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.
“China menyerukan kepada semua pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah yang bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah ini melalui cara-cara politik dan diplomatik,” ujarnya.
Sikap Beijing menjadi salah satu perkembangan diplomatik yang muncul ketika Washington berupaya mendorong negara-negara lain, termasuk China, untuk ikut mengisolasi perekonomian Iran. Sementara itu, Teheran terus menegaskan perlunya mengakhiri konflik dengan mempertahankan posisi yang dianggap menguntungkan bagi Iran.
Pernyataan Pezeshkian menunjukkan bahwa penyelesaian perang melalui jalur politik dan diplomatik kembali menjadi salah satu opsi yang ditekankan Teheran, meski tekanan ekonomi dan ketegangan dengan AS masih berlangsung. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan