IRGC Klaim Hantam Gudang Senjata AS di Bahrain dengan Rudal dan Drone

Iran mengklaim melancarkan Operasi Nasr 2 dengan menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain sebagai respons atas serangan terbaru Washington yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata.

BAHRAIN – Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain. Serangan yang diberi nama Operasi Nasr 2 itu diklaim menyasar gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi satelit, serta bangunan yang ditempati personel militer AS di Pangkalan Al-Juffair.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi tersebut merupakan respons atas serangan terbaru AS terhadap Iran. “[Pasukan menargetkan] sejumlah gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi satelit, dan bangunan yang menampung pasukan AS di Pangkalan Al-Juffair, Bahrain,” demikian pernyataan IRGC, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Selasa (14/07/2026).

IRGC juga menegaskan Operasi Nasr 2 belum berakhir dan akan terus berlanjut sebagai bagian dari aksi balasan terhadap serangan Washington.

Sebelumnya, AS dilaporkan kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran meski kedua negara telah menyepakati gencatan senjata melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan tersebut mencakup penghentian pertempuran di seluruh medan konflik, komitmen untuk tidak memulai serangan baru, pencairan aset Iran yang dibekukan AS, serta pemberian waktu 60 hari bagi kedua negara untuk melanjutkan perundingan.

Menurut Iran, serangan terbaru AS dinilai melanggar isi MoU, termasuk karena menyasar infrastruktur sipil yang disebut sebagai tindakan yang bertentangan dengan hukum perang. Teheran juga menilai langkah tersebut merupakan tekanan agar Iran memenuhi tuntutan AS terkait program nuklirnya.

Sebagai respons, Iran memperluas serangan balasan dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Perkembangan situasi ini kembali meningkatkan ketegangan keamanan regional di tengah upaya diplomatik yang sebelumnya telah disepakati kedua negara. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com