KONI Kaltim Periode 2026–2030 Resmi Dilantik

Kepengurusan baru KONI Kaltim diminta memperkuat regenerasi atlet, memprioritaskan cabang olahraga potensial, dan membangun kemitraan dengan dunia usaha di tengah efisiensi APBD.

SAMARINDA – Kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2026–2030 diminta tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam menjalankan pembinaan olahraga, tetapi juga membangun kemitraan dengan dunia usaha serta memperkuat regenerasi atlet sejak usia dini.

Dorongan itu disampaikan setelah Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melantik kepengurusan KONI Kaltim yang dipimpin Anderiy Syachrum di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Minggu (12/07/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas (Kadis) pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading mengatakan, kepengurusan baru perlu mengubah pola pembinaan agar prestasi olahraga daerah dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada ajang nasional maupun internasional.

Plt. Kepala Dinas Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Rasman Rading

“Saya mengucapkan selamat kepada Ketua Anderiy Syachrum beserta seluruh pengurus KONI Kalimantan Timur periode 2026–2030. Apa yang telah disampaikan Gubernur harus menjadi perhatian bersama, khususnya terkait target ke depan agar KONI mampu berpikir lebih jauh dengan mengubah pola pikir lama dalam pembinaan prestasi olahraga,” ujar Rasman.

Menurut Rasman, perubahan pola pembinaan perlu diarahkan pada program yang terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada cabang olahraga potensial. KONI Kaltim juga perlu memetakan cabang olahraga yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap perolehan medali.

Cabang olahraga dengan nomor pertandingan perorangan, seperti senam, atletik, dan renang, dinilai memiliki peluang besar menyumbangkan banyak medali sehingga perlu memperoleh perhatian lebih dalam perencanaan program, penyediaan sarana, dan pembinaan atlet.

“Cabang olahraga yang memiliki nomor pertandingan perorangan seperti senam, atletik, dan renang selama ini memberikan sumbangsih besar terhadap prestasi Kalimantan Timur. Oleh karena itu, pembinaannya harus menjadi harapan besar dan mendapatkan perhatian yang lebih serius,” kata Rasman kepada awak media.

Selain mempertahankan atlet berprestasi, kepengurusan KONI Kaltim juga diminta memperkuat pembinaan atlet usia dini. Langkah itu diperlukan untuk menyediakan atlet pelapis yang mampu melanjutkan prestasi senior dalam berbagai kejuaraan.

“Pembinaan anak usia dini harus menjadi fokus kita bersama. Jika hal itu tidak dilakukan secara konsisten, maka Kalimantan Timur akan kehilangan atlet pelapis yang dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan pada masa sekarang maupun masa yang akan datang,” tutur Rasman.

Rasman menilai keberhasilan pembinaan olahraga tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada APBD, terlebih ketika pemerintah sedang menjalankan kebijakan efisiensi anggaran. KONI Kaltim dan pengurus cabang olahraga perlu memperluas sumber dukungan melalui kemitraan dengan perusahaan serta penerapan konsep bapak atau ibu asuh bagi cabang olahraga.

“Kami berharap arahan Gubernur menjadi pelecut semangat bagi KONI Kalimantan Timur dan seluruh pengurus cabang olahraga agar mampu membangun kolaborasi dengan dunia usaha melalui dukungan bapak atau ibu asuh. Sebab, jika hanya mengandalkan APBD, saya yakin target pembinaan dan prestasi akan sulit tercapai, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran seperti saat ini,” tutup Rasman.

Kepengurusan KONI Kaltim periode 2026–2030 diharapkan segera menyusun program pembinaan yang memiliki target terukur, memperkuat pencarian atlet potensial, serta membangun pola pendanaan kolaboratif agar prestasi olahraga Kaltim dapat terus meningkat secara berkelanjutan. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com