Kanselir Jerman Tegaskan Penarikan Pasukan AS Sudah Direncanakan Lama

Kanselir Jerman menegaskan rencana penarikan pasukan Amerika Serikat merupakan kebijakan lama yang tidak terkait dinamika politik terbaru.

JAKARTA – Rencana penarikan sekitar 5.000 personel militer Amerika Serikat (AS) dari Jerman dinilai bukan keputusan mendadak, melainkan bagian dari agenda lama yang telah dibahas jauh sebelum muncul dinamika politik terbaru antara kedua negara.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berkaitan dengan ketegangan pribadi maupun perbedaan pandangan dengan Presiden AS, Donald Trump, khususnya terkait isu konflik di Iran. Ia menyebut, keberadaan pasukan tersebut sejak awal memang bersifat sementara.

“Ada kontingen tentara Amerika di Eropa yang ditempatkan oleh Joe Biden secara sementara,” kata Merz kepada penyiar Jerman ARD pada Minggu (3/5) seperti dikutip CNN.

“Rencana penarikan mereka sudah dibicarakan sejak cukup lama,” paparnya menambahkan, sebagaimana diberitakan Cnn indonesia, Senin, (04/05/2026).

Merz menjelaskan bahwa pasukan AS yang saat ini ditempatkan di Eropa merupakan bagian dari kebijakan sebelumnya pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden. Penempatan itu dilakukan untuk merespons situasi keamanan tertentu dan tidak dimaksudkan sebagai kehadiran permanen.

Pernyataan tersebut sekaligus meredam spekulasi yang mengaitkan langkah penarikan pasukan dengan memanasnya hubungan politik antara Merz dan Trump. Pemerintah Jerman menekankan bahwa komunikasi terkait kebijakan militer tetap berjalan dalam kerangka kerja sama bilateral yang telah lama terjalin.

Dengan penarikan pasukan ini, diharapkan tidak akan mengganggu stabilitas keamanan kawasan Eropa, mengingat kebijakan tersebut telah dirancang secara bertahap dan terukur oleh kedua negara.[]

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com