WHO mengingatkan potensi penyebaran hantavirus setelah tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dan sejumlah kasus lain masih diselidiki.
JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengeluarkan peringatan serius terkait potensi penyebaran hantavirus setelah tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia saat berlayar di Samudra Atlantik.
Dalam laporan resminya, WHO mengungkapkan bahwa satu dari tiga kasus kematian tersebut telah terkonfirmasi melalui uji laboratorium, sementara lima kasus lainnya masih berstatus suspek. Peristiwa ini memicu kewaspadaan global mengingat hantavirus tergolong virus langka yang dapat menular dari hewan pengerat seperti tikus dan tupai kepada manusia.
WHO menjelaskan bahwa infeksi hantavirus umumnya terjadi melalui paparan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Meski jarang terjadi, infeksi ini dapat berkembang menjadi kondisi serius dan berpotensi fatal apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Insiden di atas kapal MV Hondius tersebut menjadi perhatian karena terjadi di ruang terbatas dengan mobilitas penumpang yang tinggi, sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit. WHO pun mengimbau otoritas kesehatan di berbagai negara untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam memantau gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus.
“WHO melaporkan tiga orang yang berada di atas kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik meninggal dunia akibat dugaan infeksi hantavirus,” sebagaimana diberitakan Cnn indonesia, Senin, (04/05/2026).
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai asal paparan virus maupun langkah penanganan lanjutan terhadap para penumpang dan kru kapal. Namun, WHO menekankan pentingnya deteksi dini serta penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis, terutama di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar, yang rentan mempercepat penularan jika tidak diantisipasi dengan baik.[]
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan