Kasus RYS, Kuasa Hukum Duga Ada Modus Love Scam

Kuasa hukum keluarga RYS menduga kematian Sekretaris PRKP Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda berkaitan dengan modus love scam, sementara polisi masih mengejar terduga pelaku.

JAWA TIMUR – Dugaan penipuan bermodus love scam mencuat dalam penyidikan kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berinisial RYS. Korban sebelumnya ditemukan tewas di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

Dugaan tersebut disampaikan kuasa hukum keluarga RYS, Risang Bima Wijaya, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin, (06/07/2026). Ia menduga kematian kliennya berkaitan dengan penipuan bermodus asmara berdasarkan pola komunikasi dan latar belakang perkara yang kini masih didalami penyidik.

“Kalau korban ini ya, mungkin ya, penipuan modusnya love scam itu,” kata Risang, saat dikonfirmasi, Senin (06/07/2026).

Menurut Risang, keluarga korban masih menunggu perkembangan pengejaran terduga pelaku dari kepolisian. Informasi itu diterima keluarga melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

“Perkembangannya ya dari SP2HP yang dikirimkan oleh polisi ke keluarga ya, dalam pencarian masih pelakunya,” ujarnya.

Risang menyebut jejak keberadaan terduga pelaku sempat terlacak di Jawa Tengah (Jateng). Namun, terduga pelaku disebut berpindah-pindah lokasi dan tidak berada di alamat resminya.

“Iya, sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah. Tapi ini berpindah-pindah. Pelaku ini kan alamatnya kan tidak ada itu di alamat rumahnya. Namanya Erlan,” ungkapnya.

Pihak keluarga dan tim kuasa hukum mengaku telah mengantongi nama terduga pelaku yang disebut berinisial E. Nama itu, menurut Risang, diketahui melalui unggahan media sosial terakhir korban dan terduga pelaku.

RYS dan E disebut sempat bepergian bersama ke wilayah Malang dan Batu beberapa hari sebelum korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan kaku di mobil dinasnya di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda, Rabu (24/6/2026).

Dari hasil penelusuran tim kuasa hukum, E disebut sebagai pria asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Lembaga tersebut diketahui telah dibubarkan pada 2004.

Risang mengatakan E diduga kerap berpindah domisili antara Jatim dan Jateng. Kondisi itu membuat keberadaannya masih terus ditelusuri.

“Nah, dia itu pindah-pindah, Jatim, Jateng, loncat-loncat itu,” katanya.

Ia juga menyebut E diduga memiliki rekam jejak dalam sejumlah perkara penipuan dengan berbagai modus, mulai dari properti, proyek, hingga jual beli.

“Penipuan semua, ya properti, proyek, jual-beli. Kalau korban ini ya mungkin ya penipuan modusnya love scam itu,” ucapnya.

Terkait awal perkenalan antara korban dan terduga pelaku, Risang menduga hubungan itu bisa saja bermula dari urusan proyek. Namun, ia menilai penangkapan terhadap E menjadi kunci untuk membuka kronologi awal hubungan keduanya.

“Nah, harus ditangkap dulu E-nya itu. Karena keluarga enggak kenal itu dengan E,” katanya.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jatim menyatakan tengah mengejar terduga pelaku pembunuhan RYS. Polda Jatim membantu Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo dalam proses pengejaran yang diduga mengarah ke sejumlah kota.

Kepala Subdirektorat III Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Arbaridi Jumhur, mengatakan sejumlah tim telah dibentuk untuk mengejar terduga pelaku.

“Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi anggota menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota,” kata Jumhur, Senin (5/7).

Jumhur menjelaskan, salah satu tim bergerak melakukan pengejaran ke arah barat. Namun, kepolisian belum memerinci lokasi sasaran operasi karena masih berkaitan dengan kepentingan penyidikan.

“Iya arah barat. Nanti kita akan beritahu lagi kalau hasil ya,” ujarnya.

Penyidikan kasus kematian RYS kini bertumpu pada pencarian terduga pelaku dan pendalaman dugaan motif di balik peristiwa tersebut. Keluarga berharap pengejaran segera membuahkan hasil agar penyebab kematian korban dapat terungkap secara terang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com