Kebakaran menghanguskan sekitar 95 persen rumah Jumiah di Desa Tarjun dan membuat keluarganya kehilangan tempat tinggal, sementara minimnya sumber air menghambat upaya pemadaman warga.
KOTABARU – Satu keluarga kehilangan tempat tinggal setelah kebakaran menghanguskan sekitar 95 persen rumah kayu milik Jumiah di Desa Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (24/06/2026). Minimnya sumber air di sekitar lokasi membuat upaya pemadaman yang dilakukan warga tidak berlangsung optimal.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.14 Waktu Indonesia Tengah (WITA) di Rukun Tetangga (RT) 01, Dusun 01. Api diduga pertama kali muncul dari bagian dapur, kemudian dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bangunan.
Jumiah (49) baru menyadari rumahnya terbakar setelah terbangun dari tidur siang karena merasakan hawa panas. Ia segera keluar dari rumah dan meminta pertolongan warga.
Aparat Desa Tarjun, Elvian, mengatakan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau kompor yang masih menyala.
“Pengakuan ibu Jumiah, ia baru mengetahui rumahnya terbakar saat merasa hawa panas. Kemudian terbangun dari tidur siang itu,” ujar Elvian, sebagaimana diwartakan Banjarmasin Post, Rabu, (24/06/2026).
Warga yang mengetahui kejadian tersebut berupaya memadamkan api menggunakan ember dan air dari bak penampungan terdekat. Namun, keterbatasan sumber air membuat warga kesulitan mengendalikan kobaran api yang terus membesar.
Proses pemadaman baru mendapat dukungan setelah tim pemadam dari Perseroan Terbatas (PT) Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk tiba di lokasi.
Meski hampir seluruh rumah Jumiah terbakar, api berhasil dicegah agar tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Kerusakan rumah mencapai 95 persen, tapi tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar kejadian,” sebut Elvian.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, Jumiah bersama suami dan dua anaknya kehilangan tempat tinggal serta sebagian besar barang yang berada di dalam rumah.
Pemerintah Desa (Pemdes) Tarjun mulai mengupayakan bantuan bagi keluarga terdampak. Bantuan tersebut direncanakan berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kotabaru serta penggalangan donasi dari masyarakat dan pihak lain.
Bantuan darurat diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan dasar keluarga Jumiah sekaligus mendukung pembangunan kembali tempat tinggal mereka. Peristiwa ini juga menjadi perhatian terhadap perlunya penambahan sumber air dan penguatan kesiapsiagaan kebakaran di lingkungan permukiman Desa Tarjun. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan