Kecelakaan Maut di Ringroad 2 Samarinda, Dua Korban Tewas

Kecelakaan antara sepeda motor dan truk di Ringroad 2 Samarinda menewaskan dua perempuan di lokasi kejadian.

SAMARINDA
– Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan kendaraan roda sepuluh terjadi di Jalan Ringroad 2, kawasan Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Selasa (14/04/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang perempuan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa tragis itu dibenarkan oleh Perwira Pengamat Patroli (Pamapta) I Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda, Mat Bahri. Ia menyebut kecelakaan melibatkan dua jenis kendaraan dengan perbedaan ukuran yang signifikan sehingga berdampak fatal bagi korban.

Perwira Pengamat Patroli I Kepolisian Resor Kota Samarinda, Mat Bahri

“Yaitu antara sepeda motor dengan pengendara roda 10,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Mat Bahri menjelaskan, terdapat dua korban dalam insiden tersebut dan keduanya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. “Untuk korban itu ada dua yang saat ini MD,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan proses pendataan dan identifikasi korban. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kedua korban diketahui berjenis kelamin perempuan.

“Jenis kelaminnya perempuan,” ucapnya.

Ia menambahkan, seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda untuk penanganan lebih lanjut dan proses identifikasi. “Untuk saat ini korban kami evakuasi ke Rumah Sakit AW Syahranie,” jelasnya.

Sementara itu, sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, Asdin Putra, memaparkan kronologi kejadian. Ia menyebut kedua kendaraan melaju dari arah yang sama sebelum insiden terjadi.

“Tadi awalnya sama-sama dari atas, tapi pemotor tadi makin anu, habis nyalip mobil itu mungkin,” ujarnya.

Menurut Asdin, pengendara sepeda motor sempat mengambil jalur kanan dengan kecepatan cukup tinggi, namun kemudian melambat secara tiba-tiba saat mendekati kendaraan lain di depannya. “Tadi ngambil kanan agak cepat ya, tapi semakin dekat semakin lambat, malah makin ngerem,” katanya.

Ia menambahkan, posisi tabrakan terjadi di bagian tengah jalan sehingga tidak memberikan ruang yang cukup untuk menghindari benturan. Selain itu, laju truk yang dikemudikannya tidak dalam kecepatan tinggi karena terhalang kendaraan lain yang parkir di dekat simpang.

“Nggak bisa laju karena ada mobil parkir pas depan simpang itu,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat jarak pandang dan ruang gerak menjadi terbatas sehingga dirinya kesulitan mengantisipasi pergerakan sepeda motor di depannya. “Udah nggak bisa mantau juga tadi,” katanya.

Asdin juga mengaku telah membunyikan klakson beberapa kali sebagai upaya peringatan sebelum kecelakaan terjadi. “Saya sudah klakson juga sih tadi, sudah klakson dari atas,” ucapnya.

Benturan terjadi ketika bagian depan truk mengenai bagian belakang sepeda motor hingga kendaraan roda dua tersebut terseret dan masuk ke bawah truk. “Dia kena depan mobil saya, kena belakang motornya jadi masuk di bawah mobil saya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat kejadian dirinya tengah dalam perjalanan dari kawasan pelabuhan menuju lokasi bongkar muat di sekitar lampu merah di kawasan tersebut. “Dari pelabuhan mau ke ini, depan lampu merah sini aja Pak, bongkaran depan sini,” pungkasnya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. []

Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com