Korsleting Diduga Picu Kebakaran Pulogadung, Tiga Orang Tewas

Kebakaran yang diduga dipicu hubungan arus pendek dari sebuah stopkontak di Pulogadung menewaskan tiga orang dan menyebabkan satu korban terluka.

JAKARTA – Dugaan hubungan arus pendek dari sebuah stopkontak memicu kebakaran rumah toko (ruko) dan tempat usaha di Jalan Palad, Rukun Tetangga (RT) 02/Rukun Warga (RW) 03, Pulogadung, Kota Administrasi Jakarta Timur (Jaktim), Minggu (12/07/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menewaskan tiga orang dan menyebabkan satu orang terluka.

Kebakaran dilaporkan warga sekitar pukul 03.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan mendatangi pos pemadam kebakaran terdekat. Petugas tiba di lokasi empat menit setelah menerima laporan dan langsung berupaya membatasi penyebaran api.

Dugaan sementara menyebutkan api berasal dari salah satu stopkontak. Kobaran api kemudian menjalar dengan cepat ke rumah dan warung yang berada di sisi kiri dan kanan sumber kebakaran.

Kepala Seksi (Kasi) Operasi Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaktim Abdul Wahid menjelaskan identitas korban, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (12/07/2026).

“Tiga korban tewas, yakni ES (67), LF (40), dan RM (10). Mereka dimakamkan di TPU Rawa Teratai,” kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid di Jakarta, Minggu (12/07/2026) dilansir dari Antara.

Ketiga korban kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawa Teratai. Sementara itu, informasi lebih terperinci mengenai identitas dan kondisi satu korban luka belum disampaikan.

Sudin Gulkarmat Jaktim mengerahkan 14 unit mobil pemadam kebakaran dan 60 personel untuk mengendalikan api serta mencegah kobaran meluas ke bangunan di sekitarnya.

“Guna melokalisir perambatan api yang cepat membakar area total sebanyak 14 unit armada pemadam kebakaran dengan 60 personel dikerahkan ke lokasi,” ucap dia.

Peristiwa tersebut kembali menjadi peringatan mengenai bahaya penggunaan instalasi listrik dan stopkontak yang tidak sesuai kapasitas. Beban listrik berlebihan, kabel yang sudah tidak layak, serta sambungan listrik yang tidak memenuhi standar dapat meningkatkan risiko hubungan arus pendek dan kebakaran.

Sudin Gulkarmat Jaktim mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memeriksa kelayakan instalasi listrik secara berkala. Warga juga diminta menghindari penggunaan stopkontak secara berlebihan dan segera mengganti kabel atau perangkat listrik yang telah rusak demi mencegah kebakaran serupa. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com