Lahan Gambut Terbakar di Aceh Barat, Penyebab Masih Diselidiki

Karhutla di Aceh Barat membakar lebih dari delapan hektare lahan dan meluas ke sejumlah desa akibat kondisi kemarau serta kendala sumber air.

ACEH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, dengan luas area terdampak mencapai lebih dari delapan hektare. Kebakaran yang terjadi saat musim kemarau itu meluas dari Desa Cot Seumeureng, Kecamatan Sama Tiga, menuju Desa Lapang dan Desa Leuhan di Kecamatan Johan Pahlawan akibat kondisi lahan kering serta hembusan angin kencang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronald Nehdiansyah mengatakan petugas masih melakukan upaya pengendalian agar api tidak semakin menyebar ke wilayah lain.

“Kebakaran di wilayah ini totalnya mencapai delapan hektare,” kata Ronald di Aceh Barat, sebagaimana diberitakan Metrotvnews, Senin, (20/07/2026).

Kondisi vegetasi yang kering akibat kemarau membuat api cepat menjalar di area semak belukar dan lahan terbuka. Selain itu, arah angin yang berubah-ubah turut menyulitkan petugas dalam memadamkan titik api.

Penanganan karhutla dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta masyarakat setempat. Petugas mengerahkan dua unit mesin pompa air untuk membantu proses pemadaman.

Ronald menyebut keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Tim harus melakukan penyesuaian teknis agar suplai air dapat menjangkau lokasi kebakaran.

“Kita antisipasi dengan memanjangkan selang atau menambah jumlah selang. Namun, ini cukup repot karena mesin-mesin lain tidak maksimal,” ungkap Ronald.

Pergerakan api yang mengikuti arah angin menyebabkan sejumlah titik baru muncul di Desa Lapang dan Desa Leuhan. Kondisi tersebut meningkatkan potensi perluasan dampak karhutla apabila tidak segera dikendalikan.

Kebakaran kali ini terjadi pada kawasan lahan gambut yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit baru. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

Peristiwa tersebut menjadi kejadian berulang di wilayah yang sama setelah sebelumnya kebakaran serupa terjadi sekitar satu bulan lalu. Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Upaya pencegahan dan penanganan karhutla terus dilakukan untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran serta melindungi lingkungan dan aktivitas masyarakat di Aceh Barat. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com