Dispar Kaltim menyiapkan Mahakam Mask Carnival pada 30 Agustus 2026 dengan parade drumband, Festival Seni Pencak Silat, dan karnaval topeng yang ditargetkan melibatkan hingga 3.000 peserta.
SAMARINDA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) akan menggelar Mahakam Mask Carnival di Samarinda, Minggu (30/08/2026), dengan target melibatkan 2.000 hingga 3.000 peserta. Karnaval yang berlangsung pukul 07.00 hingga 11.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita) itu akan diisi tiga agenda utama, yakni parade drumband, Festival Seni Pencak Silat, dan karnaval topeng.
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, Mahakam Mask Carnival merupakan inisiatif Dispar Kaltim bersama sejumlah komunitas. Kegiatan tersebut tidak dimaksudkan mengambil alih maupun menggantikan agenda pawai yang selama ini menjadi bagian dari kegiatan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Menurut Faisal, akhir Agustus dipilih untuk melanjutkan momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Pawai dinilai telah menjadi salah satu tradisi hiburan masyarakat Samarinda setelah rangkaian peringatan kemerdekaan setiap 17 Agustus.
“Ini inisiatip kami dan pesertannya hanya dari komonitas pariwisata dan tradisinya setelah upacara 17 itu memang sudah ter-branding ada pawai. Sayang nanti kalau tidak ada. Jadi kita mengambil momen itu,” kata Faisal, kepada awak media saat ditemui di Samarinda, Kamis (13/08/2026).
Pada penyelenggaraan tahun ini, Dispar Kaltim mengangkat konsep Mahakam Mask Carnival dengan karnaval topeng sebagai salah satu atraksi utama. Konsep tersebut masih akan dikembangkan agar ke depan dapat menjadi agenda seni dan budaya yang lebih tematik.
Selain karnaval topeng, Dispar Kaltim menyiapkan lomba parade drumband dan Festival Seni Pencak Silat. Tiga agenda tersebut diarahkan untuk melibatkan pelajar, seniman, budayawan, serta berbagai komunitas di Kaltim.
Untuk lomba parade drumband, Dispar Kaltim akan mengundang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan sekolah lain yang memiliki unit drumband. Peserta akan tampil dalam format parade jalanan mengikuti rute yang telah disiapkan, bukan pertunjukan formasi dalam skala besar.
“Tahun ini kami ada tiga tema utama adalah lomba parade drum band, festival pencak silat dan karnaval topeng, kami akan undang SMP, SMA, sekolah yang punya unit drum band untuk berlomba. Tapi parade saja, parade street, tidak display besar,” ujar Faisal.
Sementara itu, Festival Seni Pencak Silat akan menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menunjukkan perkembangan seni bela diri tradisional di Kaltim kepada masyarakat. Adapun karnaval topeng akan melibatkan penggiat seni, budaya, dan komunitas.
Faisal mengatakan skala pelaksanaan tahun ini sengaja dibuat lebih terbatas dibandingkan pawai pada tahun-tahun sebelumnya. Jumlah peserta dibatasi dan rute diperpendek agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung efektif serta selesai sebelum siang.
“Insyaallah tidak sebesar seperti yang biasa. Pagi kita pukul 11 juga selesai. Target sekitar 2.000 sampai 3.000 orang saja. Rutenya juga pendek, strat dari taman samarendah menuju kantor Gubernur,” tutur Faisal.
Rute Mahakam Mask Carnival direncanakan dimulai dari Taman Samarendah menuju Kantor Gubernur Kaltim. Dengan konsep tersebut, Dispar Kaltim berharap kegiatan ini berkembang menjadi agenda seni dan budaya yang mampu memperkuat daya tarik pariwisata Kaltim sekaligus membuka ruang partisipasi lebih luas bagi pelajar, seniman, budayawan, dan komunitas di Samarinda. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan