Marinir Amerika Serikat memeriksa kapal komersial di Laut Arab sebagai bagian dari penegakan blokade laut terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan regional.
WASHINGTON DC – Operasi pengawasan laut Amerika Serikat (AS) di kawasan Laut Arab kembali meningkat setelah Marinir AS melakukan pemeriksaan terhadap kapal komersial M/V Blue Star III yang diduga akan menuju pelabuhan Iran di tengah ketegangan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap Iran.
Kapal tersebut dihentikan dan dinaiki oleh pasukan Marinir AS karena dicurigai melanggar kebijakan blokade laut yang diterapkan sebagai respons atas penutupan Selat Hormuz serta eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Namun setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, kapal tersebut akhirnya diizinkan melanjutkan pelayaran.
Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari operasi penegakan blokade untuk memastikan seluruh kapal dagang tidak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pelabuhan Iran.
“Pasukan Amerika terus beroperasi dan menegakkan blokade di seluruh Timur Tengah. Sejauh ini, 39 kapal telah dialihkan untuk memastikan kepatuhan,” kata CENTCOM dalam pernyataan melalui media sosial X, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Rabu, (29/04/2026).
CENTCOM juga menjelaskan bahwa setelah proses penggeledahan selesai, M/V Blue Star III dipastikan tidak memiliki rencana persinggahan di pelabuhan Iran sehingga kapal tersebut diperbolehkan melanjutkan perjalanan sesuai rute awalnya.
Langkah pengawasan ketat ini mencerminkan meningkatnya tekanan militer AS di jalur pelayaran strategis kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dunia. Ketegangan di wilayah tersebut turut memicu pengalihan sejumlah kapal dagang demi menghindari potensi konflik langsung di laut lepas.
Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika keamanan maritim global masih sangat dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, yang berdampak langsung terhadap arus perdagangan internasional di kawasan tersebut. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan