Pelaku Usaha Bungus Sampaikan Kebutuhan BBM Subsidi dan Air Bersih

Pelaku usaha di PPS Bungus menyampaikan kebutuhan BBM bersubsidi dan air bersih untuk mendukung operasional sekitar 70 hingga 80 kapal, sementara Menaker Yassierli berkomitmen menjembatani koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

SUMATERA BARAT – Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan ketersediaan air bersih menjadi perhatian pelaku usaha perikanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Dua kebutuhan tersebut dinilai penting untuk menunjang operasional sekitar 70 hingga 80 kapal penangkap ikan yang beraktivitas di kawasan itu.

Aspirasi tersebut disampaikan pelaku usaha saat Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meninjau pabrik pengolahan hasil perikanan di kawasan PPS Bungus, Jumat (25/09/2026).

Yassierli menyatakan akan membantu menjembatani kebutuhan sarana operasional tersebut melalui koordinasi dengan kementerian maupun lembaga terkait agar aktivitas ekonomi perikanan di Bungus dapat berjalan lebih efisien.

“Aspirasi yang berkaitan dengan sarana operasional dan efisiensi kawasan ini akan terus kita dorong bersama agar aktivitas ekonomi sektor perikanan di Bungus terus berkembang secara berkelanjutan,” pungkas Yassierli.

Kebutuhan BBM bersubsidi dan air bersih tersebut, sebagaimana diberitakan Kilasriau, Sabtu, (26/09/2026), muncul di tengah pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan yang telah menyerap puluhan tenaga kerja lokal.

Selain mengupayakan dukungan terhadap sarana operasional, pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas pekerja dan nelayan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) memberikan fasilitas pelatihan kerja secara berkala yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Program tersebut mencakup dukungan operasional pelatihan serta pemberian uang saku kepada peserta. Peningkatan keterampilan tenaga kerja diharapkan dapat mendukung produktivitas usaha perikanan sekaligus memperbesar peluang penyerapan pekerja lokal.

Dalam kunjungannya, Yassierli juga mengapresiasi wirausahawan muda yang mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan di kawasan Bungus dan telah mempekerjakan puluhan tenaga kerja lokal.

“Selama prospeknya untuk penciptaan lapangan kerja baru, pasti insyaallah saya akan dukung,” ujar Yassierli.

Menurut Yassierli, pengembangan sektor perikanan tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas tenaga kerja, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan produk turunan perikanan, memperluas jangkauan pasar, sekaligus memastikan kebutuhan pendukung operasional dapat ditangani melalui koordinasi lintas sektor.

Dengan dukungan sarana operasional, peningkatan keterampilan pekerja, serta koordinasi pemerintah dan pelaku usaha, aktivitas ekonomi perikanan di kawasan PPS Bungus diharapkan semakin berkembang dan mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *