Pemkab Paser menggulirkan 13 pelatihan kejuruan bersertifikat, akses usaha, dan program magang untuk menekan pengangguran serta mendorong lahirnya tenaga kerja dan wirausaha baru.
PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menyiapkan 13 pelatihan kejuruan bersertifikat pada 2026 untuk memperbesar peluang kerja dan wirausaha masyarakat, terutama warga kurang mampu, sekaligus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Paser.
Program tersebut dijalankan melalui Paser Tuntas dan Pasti Vokasi dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Paser. Pelatihan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan calon tenaga kerja, tetapi juga membuka akses peserta ke dunia usaha, permodalan, dan program magang di perusahaan, sebagaimana diwartakan Media Center Paser, Rabu, (10/06/2026).
Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Paser, Rizky Noviar, mengatakan program pelatihan tersebut menjadi salah satu terobosan Pemkab Paser dalam menyiapkan sumber daya manusia yang lebih siap masuk pasar kerja maupun membangun usaha mandiri.
“Pada tahun ini ada 13 pelatihan kejuruan siap kerja dan siap berwirausaha dilaksanakan Pemkab Paser dengan tujuan meningkatkan sumber daya manusia calon tenaga kerja dan menekan TPT,” kata Rizky di ruang kerjanya, Rabu (10/06/2026).
Dari 13 pelatihan tersebut, delapan pelatihan dilaksanakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Pelatihan itu meliputi cleaning service, barbershop, make up artist, tata boga, desain grafis, administrasi perkantoran, satuan pengamanan Gada Pratama, serta pemeliharaan alat mesin pertanian.
Sementara itu, lima pelatihan lainnya dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Paser. Pelatihan tersebut mencakup pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana, servis sepeda motor sistem injeksi, operator komputer muda, pembuatan roti dan kue, serta tata kecantikan.
“Dari 13 pelatihan kejuruan yang digulirkan Pemkab Paser tahun 2026 10 pelatihan telah selesai dilaksanakan dan 3 pelatihan yakni, pemeliharaan alat mesin pertanian, pembuatan roti dan kue dan tata kecantikan dalam waktu dekat akan dilaksanakan,” tambah Rizky.
Rizky menjelaskan, peserta pelatihan juga akan disesuaikan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Paser, terutama warga yang masuk desil 1 hingga desil 5. Langkah itu dilakukan agar pelatihan lebih tepat sasaran kepada masyarakat kategori kurang mampu.
Selain berbasis data sosial ekonomi, Disnakertrans Paser juga menyesuaikan jenis pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja dan peluang usaha. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat langsung masuk bursa kerja atau merintis usaha setelah menyelesaikan pelatihan.
“Bahkah Disnakertrans Paser dalam penyelenggaraan pelatihan juga langsung berkolaborasi dengan dinas dan Bankatimtara terkait untuk memberikan akses kemudahan bagi peserta dalam pengurusan NIB, buku rekening, qris dan informasi kredit Paser Tuntas untuk sarana modal usaha,” ucap Rizky.
Akses pendukung tersebut meliputi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembukaan buku rekening, pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), hingga informasi kredit Paser Tuntas sebagai sarana modal usaha.
Setelah pelatihan, Disnakertrans Paser juga menyiapkan program magang kerja bagi alumni melalui Paser Tuntas dan Pasti Vokasi. Program ini dijalankan bersama mitra perusahaan di Paser untuk memberi pengalaman kerja langsung kepada peserta.
Program magang tersebut diharapkan menjadi ruang bagi alumni pelatihan untuk menunjukkan kemampuan di dunia kerja. Di sisi lain, perusahaan juga dapat memperoleh manfaat berupa akses terhadap talenta potensial, efisiensi biaya rekrutmen, ide segar dari generasi muda, dan peningkatan produktivitas tim.
Melalui pelatihan bersertifikat, akses usaha, dan program magang, Pemkab Paser berharap upaya penurunan pengangguran tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada penempatan kerja dan lahirnya wirausaha baru di daerah. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan