Perbedaan pandangan soal Iran memicu ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Jerman di tengah isu keamanan global.
WASHINGTON DC – Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Jerman kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait pandangan soal Iran dan isu senjata nuklir.
Ketegangan ini mencuat usai Merz sebelumnya menilai Teheran telah mempermalukan Washington dalam konteks konflik yang melibatkan Iran. Pernyataan tersebut memicu respons langsung dari Trump yang menilai Merz tidak memahami situasi yang sebenarnya.
Dalam pernyataan melalui platform media sosial Truth Social, Trump menuding Merz memiliki pandangan yang keliru dan berpotensi memperburuk situasi global, khususnya terkait isu nuklir Iran.
“Kanselir Jerman, Friedrich Merz, berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan!” tulis Trump dalam postingannya.
Polemik ini mencerminkan perbedaan tajam antara dua negara sekutu dalam menyikapi isu keamanan global, termasuk konflik yang melibatkan Iran serta dinamika geopolitik lainnya. Selain itu, perbedaan pandangan tersebut juga disebut berpotensi memperlebar jarak diplomatik antara Washington dan Berlin di tengah situasi internasional yang kompleks.
Perselisihan ini menambah daftar ketidaksepahaman antara AS dan Jerman, yang sebelumnya juga berbeda sikap dalam isu Ukraina dan kebijakan keamanan global. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan melemahnya soliditas aliansi Barat dalam menghadapi tantangan internasional.
Perkembangan ini sebagaimana dilansir Sumber Berita, Rabu, (29/04/2026), menjadi sorotan karena dapat berdampak pada arah kebijakan luar negeri kedua negara serta stabilitas geopolitik global ke depan. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan