Presiden AS Donald Trump menyebut pemerintahan Iran terpecah saat mengumumkan perpanjangan gencatan senjata di tengah konflik yang masih berlangsung.
JAKARTA – Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran pada Selasa (21/4) diiringi pernyataan kontroversial yang menyebut kondisi pemerintahan Iran tengah terpecah di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat mengumumkan kelanjutan gencatan senjata antara AS dan Iran, yang dinilai masih berada dalam situasi rapuh meski telah disepakati sebelumnya.
Trump menilai dinamika internal di Iran mengalami perpecahan seiring tekanan akibat konflik yang masih berlangsung antara kedua negara.
Langkah memperpanjang gencatan senjata ini dipandang sebagai upaya menahan eskalasi konflik lebih lanjut, meskipun situasi di lapangan disebut masih memanas dan penuh ketidakpastian.
Pernyataan Trump terkait kondisi internal Iran turut memicu perhatian karena berpotensi memperkeruh hubungan diplomatik kedua negara yang sudah tegang, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu, (23/04/2026).
Sejumlah pengamat menilai narasi tersebut dapat menjadi bagian dari strategi politik luar negeri AS, sekaligus mencerminkan kompleksitas konflik yang tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga dalam ranah persepsi dan komunikasi global. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan