Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutim mendorong sertifikasi tenaga pengelola serta penambahan mobil perpustakaan keliling untuk memperluas layanan literasi hingga kecamatan dan desa.
KUTAI TIMUR – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) memperluas layanan literasi hingga kecamatan dan desa masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan sarana operasional. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutim mencatat tenaga pengelola perpustakaan di tingkat kecamatan belum seluruhnya memiliki sertifikasi pustakawan, sementara layanan perpustakaan keliling untuk wilayah kabupaten saat ini hanya ditopang satu unit kendaraan.
Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan Kearsipan Kutim M. Ayub mengatakan, tenaga pengelola perpustakaan di tingkat kecamatan saat ini masih didominasi petugas yang belum memiliki kualifikasi sebagai pustakawan bersertifikasi. Jumlah tenaga yang tersedia rata-rata berkisar dua hingga tiga orang.
“Oh, iya. Sementara ini pustakawan kita tenaga biasa, masih rata-rata ada dua sampai tiga orang,” ujar Ayub seusai menghadiri Gebyar Literasi di Aula Ki Hajar Dewantara Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB), Sangatta, Jumat (25/09/2026).
Menurut Ayub, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kebutuhan dalam pengembangan layanan perpustakaan. Petugas pengelola perlu mengikuti pendidikan khusus sebelum memperoleh sertifikasi sebagai pustakawan.
“Itu jelas tuh peningkatan. Kalau ada peningkatan, harus ikut pendidikan, punya sertifikasi baru bisa,” katanya.
Selain keterbatasan tenaga bersertifikasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutim juga menghadapi minimnya sarana untuk membawa layanan bacaan langsung kepada masyarakat. Hingga kini, hanya tersedia satu unit mobil perpustakaan keliling untuk melayani wilayah Kutim yang luas.
Keterbatasan armada tersebut dinilai menjadi tantangan dalam menjangkau masyarakat yang berada jauh dari perpustakaan tetap, terutama di kecamatan dan desa yang membutuhkan layanan literasi bergerak.
Ayub berharap Pemkab Kutim dapat menambah kendaraan perpustakaan keliling. Idealnya, setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) memiliki satu kendaraan agar layanan dapat dilakukan secara lebih merata. Namun, jika kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi seluruhnya, ia berharap sedikitnya tersedia empat unit kendaraan.
“Kalau mobil perpustakaan keliling itu ada satu, ini sangat kurang. Kita masih minta kepada Pak Bupati supaya kendaraan itu ditambah, kalau bisa semua UPT itu punya satu-satu, kalau tidak, empat minimal, karena saat ini baru satu,” pungkasnya.
Penambahan armada serta peningkatan kompetensi tenaga pengelola melalui pendidikan dan sertifikasi diharapkan memperkuat pemerataan layanan perpustakaan di Kutim. Dukungan tersebut juga diperlukan agar masyarakat di kecamatan dan desa memiliki akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan dan program literasi. [] (ADV)
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan