Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang

Polda Banten menduga kebakaran TPA Jatiwaringin dipicu pelepasan gas metana akibat suhu panas, sementara proses pemadaman dan evaluasi sistem pengelolaan sampah masih terus berlangsung.

BANTEN – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyatakan belum menemukan unsur tindak pidana dalam kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, kebakaran diduga dipicu pelepasan gas metana akibat suhu panas di dalam timbunan sampah yang diperparah kondisi cuaca dan angin.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten, Hengki, mengatakan hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut karena penyebab kebakaran masih mengarah pada faktor alam.

“Sampai sekarang enggak ada (tersangka). Ini adanya dari bawah, cuaca panas di dalam, angin, menyebabkan material memunculkan apa ya, kepulan gas, jadi asap. Gas metan ya sebutannya, gas metan,” ujar Hengki saat meninjau TPA Jatiwaringin, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa (07/07/2026).

Meski belum ditemukan indikasi pidana, Hengki menilai kebakaran tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di TPA Jatiwaringin. Evaluasi dilakukan seiring rencana pembangunan fasilitas waste to energy (WtE) yang akan mengolah sampah menjadi energi listrik.

“Ini akan diolah sampah-sampah yang ada, nanti di sini sudah ada rencana menjadi energi listrik yang akan diolah bahan-bahan sampah yang tadi yang dibuang nanti akan dipisahkan dan lain-lain menjadi tenaga listrik,” jelasnya.

Saat ini, proses penanganan masih difokuskan pada pemadaman sisa titik api. Operasi melibatkan sekitar 600 personel gabungan dari berbagai instansi yang didukung armada darat, alat berat, serta dua unit helikopter water bombing.

“Termasuk selain menggunakan sumber daya manusia juga sarana-prasarana lainnya dengan menggunakan dua unit helikopter water bombing,” jelasnya.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/06). Hingga hari kedelapan, petugas gabungan masih terus berupaya mengendalikan api dengan dukungan mobil pemadam kebakaran, personel Manggala Agni, alat berat, dan operasi water bombing dari udara agar kebakaran tidak meluas. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com