Polres Bengkayang Cek Ketat Senpi Organik, Pastikan Kesiapan Operasional

Polres Bengkayang menitikberatkan peningkatan kemampuan menembak personel sebagai tindak lanjut evaluasi pengelolaan senjata api dan amunisi.

BENGKAYANG – Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar), menyiapkan program peningkatan kemampuan menembak bagi personel sebagai bagian dari penguatan profesionalisme penggunaan senjata api (senpi), menyusul evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan senjata dan amunisi di lingkungan internal.

Program tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Lapangan Tembak Raden Eka Sastra Amijaya, dengan tujuan memastikan setiap personel memiliki keterampilan teknis yang memadai serta memahami standar keselamatan dalam penggunaan senpi saat bertugas di lapangan.

Langkah ini diambil setelah Kapolres Bengkayang Syahirul Awab melakukan pemeriksaan langsung terhadap senpi organik di ruang Bagian Logistik Polres Bengkayang bersama jajaran pejabat utama, sebagaimana diwartakan Antara, Rabu (23/04/2026).

“Kita melakukan pengecekan di ruang Bagian Logistik Polres Bengkayang secara detail, tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga aspek kelayakan fungsi dan kesiapan operasional senjata,” ujar Syahirul.

Dalam pemeriksaan tersebut, Kapolres menelusuri kesiapan senjata laras pendek maupun laras panjang, termasuk memastikan tidak ada kendala teknis yang dapat memengaruhi akurasi dan keselamatan penggunaan. Temuan ini menjadi dasar penguatan pelatihan bagi personel agar penggunaan senpi tidak hanya sesuai prosedur, tetapi juga didukung kemampuan teknis yang teruji.

“Seluruh senjata api ini adalah aset negara yang harus dipertanggungjawabkan. Penggunaannya wajib sesuai standar operasional prosedur dan hanya untuk kepentingan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Selain peningkatan kemampuan menembak, Polres Bengkayang juga menekankan pentingnya disiplin dalam pengelolaan senpi, mulai dari proses peminjaman, penyimpanan, hingga pengembalian. Pengawasan dilakukan secara berjenjang untuk memastikan setiap penggunaan senjata dapat ditelusuri secara administratif dan operasional.

Kapolres juga menyoroti aspek pengendalian amunisi sebagai bagian krusial dalam sistem keamanan internal. Pendataan yang akurat serta penyimpanan sesuai ketentuan menjadi kunci untuk mencegah potensi penyalahgunaan.

“Kedisiplinan dan tanggung jawab personel dalam penggunaan senjata api harus terus ditingkatkan. Pengawasan tidak hanya saat digunakan, tetapi juga sejak penyimpanan hingga pengembalian,” ujarnya.

Melalui kombinasi evaluasi teknis dan peningkatan kapasitas personel, Polres Bengkayang menargetkan terciptanya penggunaan senpi yang profesional, terukur, dan akuntabel, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com