Pemulangan jenazah prajurit TNI AD Rico Pramudia dari Lebanon masih menunggu penyelesaian administrasi dan koordinasi lintas negara.
JAKARTA – Proses pemulangan jenazah personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Rico Pramudia yang gugur dalam misi peacekeeping di Lebanon masih berada pada tahap administrasi di Beirut, sementara koordinasi dengan keluarga terkait pemakaman terus dilakukan di Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Donny Pramono menyampaikan bahwa seluruh prosedur pemulangan tengah berjalan, termasuk komunikasi dengan pihak keluarga untuk menentukan tahapan pemakaman di Tanah Air.
“Proses administrasi pemulangan jenazah almarhum tengah dilaksanakan dan TNI telah menyampaikan kabar duka kepada keluarga. Rencana pemakaman akan dilaksanakan sesuai dengan keputusan keluarga,” kata Donny dalam keterangan resmi di Jakarta sebagaimana diberitakan Fin.co, Sabtu, (25/04/2026).
Menurutnya, hingga saat ini belum ada kepastian waktu kedatangan jenazah di Indonesia karena proses tersebut masih bergantung pada penyelesaian administrasi lintas negara serta koordinasi antara perwakilan Indonesia di Beirut dan pihak terkait di Lebanon. Kondisi ini menjadi bagian dari prosedur standar dalam pemulangan jenazah personel yang gugur dalam penugasan luar negeri, khususnya dalam operasi perdamaian.
Meski proses administrasi masih berlangsung, TNI AD memastikan pendampingan terhadap keluarga terus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab institusi. Sementara itu, kepulangan jenazah diharapkan dapat segera terealisasi setelah seluruh dokumen dan prosedur diplomatik terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan