ilustrasi

Ruko Pasar Pagi Mempawah Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp45 Miliar

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kebakaran deretan ruko di Pasar Pagi Sungai Pinyuh yang menimbulkan kerugian sekitar Rp45 miliar.

MEMPAWAH – Penyebab kebakaran deretan rumah toko (ruko) di Pasar Pagi, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), belum disimpulkan final meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar terhadap sampel kabel dan material sisa kebakaran yang menimbulkan kerugian sekitar Rp45 miliar.

Kebakaran yang melanda kawasan pertokoan itu terjadi pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Untuk memastikan penyebabnya, Tim Puslabfor Polda Kalbar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan metode penyelidikan ilmiah atau scientific crime investigation, sebagaimana diwartakan Inews, Senin, (15/06/2026).

Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik yang terdampak kebakaran. Tim juga menganalisis barang bukti, mengidentifikasi material sisa kebakaran, serta meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungai Pinyuh Agus Suryana mengatakan, pemeriksaan dilakukan menyeluruh untuk memastikan sumber api berdasarkan bukti ilmiah, bukan sekadar dugaan awal di lapangan.

“Termasuk pengambilan sampel material yang diduga sebagai sumber api,” ujar Kapolsek, Senin (15/06/2026).

Dalam kegiatan itu, turut hadir Pejabat Sementara (PS) Kepala Subbidang (Kasubbid) Narkoba Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalbar, Kapolsek Sungai Pinyuh, personel Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sungai Pinyuh, Sekretaris Yayasan Tri Dharma, serta sejumlah saksi.

Agus menjelaskan, dokumentasi area kebakaran juga dilakukan untuk memperkuat proses penyelidikan. Selain itu, sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi kejadian untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium forensik.

“Selain itu, tim juga mengambil foto dan video di seluruh area yang terbakar serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa potongan kabel instalasi listrik dan material abu arang sisa kebakaran dari TKP,” katanya.

Barang bukti yang diamankan meliputi potongan kabel instalasi listrik dan material abu arang sisa kebakaran. Sampel tersebut akan dianalisis untuk mengetahui apakah terdapat tanda-tanda korsleting atau faktor lain yang memicu munculnya api.

Berdasarkan pemeriksaan awal, sumber api diduga berasal dari area plafon pintu sebelah timur ruko nomor 34 dan ruko nomor 35. Namun, kepolisian menegaskan penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan sebelum hasil laboratorium keluar.

“Dugaan sementara, sumber api berasal dari plafon pintu sebelah timur dari ruko no 34 dan ruko no 35 akibat korsleting arus pendek listrik,” katanya.

Penyidik selanjutnya akan mencocokkan hasil pemeriksaan laboratorium dengan keterangan para saksi. Langkah itu menjadi dasar penting untuk memastikan penyebab kebakaran secara ilmiah sekaligus menentukan arah penanganan perkara setelah kerugian besar melanda kawasan Pasar Pagi Sungai Pinyuh. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com