Rekaman CCTV dan unggahan media sosial menjadi petunjuk awal dalam kasus pencurian televisi di rumah kosong kawasan Kertak Hanyar.
BANJAR – Rekaman kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) menjadi petunjuk awal dalam kasus pencurian satu unit televisi di rumah kosong kawasan Perumahan Arunika House, Jalan Pasar Kamis atau Tatah Amuntai, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar (Banjar), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (04/06/2026) pagi.
Televisi merek TCL berukuran 43 inci milik korban raib saat rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal bekerja. Peristiwa ini telah dilaporkan kepada kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut, sebagaimana diberitakan Baritopost, Kamis (04/06/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 10.05 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Sekitar lima menit kemudian, dua pria yang diduga pelaku terlihat datang menggunakan sepeda motor matik sambil memantau situasi di sekitar lokasi.
Setelah memastikan keadaan sepi, keduanya diduga masuk ke area rumah sekitar pukul 10.40 Wita. Dalam rekaman CCTV yang beredar di media sosial, kedua pria itu tampak membawa keluar satu unit televisi dari rumah korban.
Aksi tersebut berlangsung cepat. Hanya sekitar satu menit setelah mengambil barang, kedua pria itu meninggalkan lokasi bersama televisi yang diduga hasil curian.
Video pencurian tersebut kemudian beredar luas setelah diunggah akun Instagram @infobanjarmasin. Unggahan itu menuai beragam komentar dari warganet dan memunculkan dugaan adanya keterkaitan dengan kasus serupa di wilayah Martapura.
Sejumlah warganet menduga aksi tersebut berkaitan dengan pencurian televisi di rumah kosong kawasan Kompleks Graha Tanjung Rema, Martapura, yang terjadi Selasa 2 Juni 2026 Dalam kasus itu, seorang pria diduga pencuri televisi light-emitting diode (LED) terekam kamera pengawas saat beraksi di Jalan Pelita.
Rekaman kasus di Tanjung Rema juga sempat viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @habarkalsel. Dalam video tersebut, pelaku terlihat mengenakan masker dan topi untuk menyamarkan identitasnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus pencurian di Kertak Hanyar, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan peristiwa serupa di Martapura. Korban berharap pelaku segera ditangkap dan barang miliknya dapat ditemukan kembali. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan