Satu-satunya Pendaftar, Andi Satya Siap Pimpin Golkar Samarinda

Menjadi satu-satunya kader yang mendaftar menjelang Musda, Andi Satya Adi Saputra menyatakan siap memimpin Golkar Samarinda dan menargetkan tambahan dua kursi pada Pemilu 2029.

SAMARINDA – Anggota Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, menyatakan siap memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Samarinda apabila mendapat mandat dari para pemegang hak suara dalam Musyawarah Daerah (Musda) pada Sabtu (08/08/2026).

Kesiapan tersebut disampaikan Andi Satya di Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Selasa (04/08/2026). Hingga menjelang pelaksanaan Musda di Hotel Fugo Samarinda, ia tercatat sebagai satu-satunya kader yang telah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Samarinda.

“Musda itu soal bagaimana dukungan para pemilik suara. Seandainya nanti pada saat Musda hanya ada nama saya sendiri, insyaallah kami siap untuk maju di Musda menjalankan amanah dari para pemegang suara untuk memimpin Partai Golkar Samarinda,” ujar Andi Satya kepada awak media.

Musda merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi Partai Golkar di tingkat kota untuk menentukan ketua sekaligus arah kepemimpinan organisasi pada periode berikutnya. Menurut Andi Satya, proses pencalonan tetap terbuka bagi seluruh kader yang memenuhi persyaratan.

“Mekanisme di partai, dinamikanya, siapa saja boleh mencalonkan diri dan maju sebagai calon ketua. Kebetulan mungkin hanya saya yang mendaftar, jadi akhirnya calon tunggal,” kata anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Samarinda tersebut.

Apabila dipercaya memimpin Golkar Samarinda, Andi Satya menargetkan peningkatan perolehan kursi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Ia berharap Golkar dapat kembali menjadi partai pemenang di Samarinda dengan menambah dua kursi legislatif dari jumlah yang diperoleh saat ini.

“Tentu kami ingin di Pemilu 2029 nanti Golkar menjadi partai pemenang. Kalau bisa, tambah dua kursi lagi dari yang ada sekarang,” tegasnya.

Andi Satya juga menilai Partai Golkar memiliki banyak kader potensial yang mampu mengemban berbagai amanah politik, termasuk mengikuti kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda. Namun, penentuan calon kepala daerah yang akan diusung menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melalui mekanisme internal.

“Golkar ini tidak kekurangan kader potensial. Siapa pun nanti yang akan maju di Pilwali yang akan datang, itu pasti orang yang diberi mandat dan amanah oleh DPP Partai Golkar. Siapa pun itu,” ujar Andi Satya.

Terkait spekulasi yang mengaitkan namanya dengan bursa calon Wali Kota Samarinda pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang, Andi Satya mengaku belum memikirkan langkah tersebut. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim itu memilih berfokus menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dan memberikan hasil kerja kepada masyarakat, khususnya warga Samarinda.

“Saya belum kepikiran ke sana. Kalau kita bicara pencalonan Wali Kota, ini masih jauh sekali. Sekarang baru tahun 2026, sementara pemilihan itu tahun 2031,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika politik dengan menghormati pemerintahan yang sedang berjalan. Menurutnya, pembicaraan mengenai pergantian kepala daerah belum menjadi prioritas karena Wali Kota Samarinda saat ini masih memiliki waktu untuk menjalankan program pemerintahan.

“Beliau masih punya waktu lima tahun lagi untuk bekerja, kita sudah bicara mau menggantikan beliau? tidak begitu, jadi jangan begitulah,” jelas Andi Satya.

Andi Satya berharap Musda dapat berlangsung demokratis, tertib, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar di Samarinda. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com