KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui ajang kreativitas berbasis religi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, secara resmi membuka Festival Kreatifitas Pemuda Ramadhan (FKPR) ke-3 tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar. Acara pembukaan berlangsung meriah di Area Tangga Arung Square, Tenggarong, pada Rabu (11/03/2026) malam.
Festival yang berlangsung selama empat hari, 11–14 Maret 2026, menjadi agenda tahunan yang dinanti pemuda Bumi Etam. Tahun ini, FKPR menghadirkan beragam lomba seperti Habsyi, Fashion Show Busana Muslim, Lomba Bergerak Saur, dan Kaligrafi Mushaf. Sebanyak 205 orang pemuda dari berbagai wilayah Kukar turut berpartisipasi, didukung pula oleh pelaku UMKM muda yang memeriahkan bazar Ramadhan. Event ini merupakan hasil kolaborasi Dispora Kukar bersama Perkumpulan Pemuda Digital Nusantara.
Kepala Dispora Kukar melalui keterangan panitia menyebutkan, penilaian lomba difokuskan pada kreativitas dan inovasi, kesesuaian tema Ramadhan, kualitas penampilan, serta pemanfaatan media digital. Untuk mendukung profesionalisme acara, FKPR ke-3 menggandeng sejumlah official partner, antara lain Bankaltimtara, TAS (Tangga Arung Square), dLta Beauty, Selalu TEH, Arjuna Kukar, CIDIACH Kepedulian Negeri, DCB (Dyandra Cinta Budaya), faira gerecek, dirty shoes company, DELSSKIN, dan LPK Berkat Karya Tenggarong.
Sekda Sunggono dalam sambutannya menegaskan bahwa pemuda bukan hanya objek, tetapi aktor utama pembangunan daerah.
“Festival Kreatifitas Pemuda Ramadhan ini sangat relevan dengan kebijakan pembangunan daerah Kukar yang kita usung dalam Visi dan Misi Kukar Idaman, menuju Kutai Kartanegara yang Maju, Tangguh, dan Berbudaya. Salah satu fokus kita adalah transformasi sosial dan pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Kegiatan ini membawa sejumlah dampak positif. Perputaran ekonomi lokal meningkat berkat keterlibatan UMKM di kawasan Tangga Arung Square. FKPR juga menjadi wadah bagi pemuda menyalurkan bakat dan kreativitas selama Ramadhan, sekaligus menguatkan identitas budaya dan agama. Dengan lokasi baru yang strategis, festival ini menjadi pusat ngabuburit yang ramai dan memberikan multi-efek bagi pariwisata serta aktivitas sosial masyarakat.
Ridwan (26), warga Tenggarong yang hadir di lokasi festival, mengaku terkesan dengan meriahnya acara.
“Saya baru pertama kali datang ke FKPR, ternyata suasananya ramai dan seru. Lomba-lombanya menarik, apalagi banyak UMKM yang ikut, jadi makin hidup. Semoga acara seperti ini terus ada dan lebih besar lagi setiap tahunnya,” tuturnya.
Meski anggaran pelaksanaan tidak dirincikan secara nominal, kehadiran belasan mitra sponsor menunjukkan dukungan luas terhadap keberlanjutan festival. Selama empat hari, Area Tangga Arung Square menjadi pusat kreativitas religi, menampilkan pertunjukan dan kompetisi yang menarik masyarakat luas. Dengan terselenggaranya FKPR, diharapkan lahir generasi muda Kukar yang unggul dalam inovasi, berlandaskan agama, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.[]
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan