Spansatara Cup di Sangatta Dorong Bakat Olahraga dan Wirausaha Siswa

Spansatara Cup 2026 di SMPN 1 Sangatta Utara diikuti 58 tim dari 25 sekolah dengan cabang voli, futsal, serta bazar siswa untuk mengasah kewirausahaan.

KUTAI TIMUR – Spansatara Cup 2026 di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sangatta Utara tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga antarsekolah, tetapi juga ruang pembentukan karakter, sportivitas, dan jiwa kewirausahaan siswa sejak dini.

Kegiatan tahunan yang memasuki tahun keempat itu berlangsung di SMPN 1 Sangatta Utara, Jalan A.W. Syaharanie, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Ajang tersebut telah berjalan selama empat hari dan dijadwalkan berakhir pada Kamis (07/05/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Sangatta Utara Nuraeni mengatakan, antusiasme peserta terus meningkat setiap kali kegiatan tersebut digelar. Tahun ini, Spansatara Cup diikuti 58 tim dari 25 sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP.

Ajang bertema “Ajang Kompetisi Wadah Edukasi” itu menghadirkan dua cabang olahraga, yakni bola voli putra-putri dan futsal. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mampu mengembangkan bakat nonakademik.

“Prestasi anak tidak boleh hanya diukur dari nilai raport saja, melainkan juga dari bakat olahraga yang mereka miliki,” tuturnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (07/05/2026), sebagaimana dilansir Sumber Berita, Kamis, (07/05/2026).

Nuraeni menilai, kompetisi olahraga menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, kekompakan, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut dinilai dapat membentuk karakter siswa melalui pengalaman langsung di lapangan.

Selain pertandingan olahraga, SMPN 1 Sangatta Utara juga menggelar bazar di area parkir sekolah. Bazar tersebut melibatkan 27 stan yang dikelola siswa kelas VII dan VIII sebagai bagian dari program intrakurikuler.

Program bazar itu dirancang untuk mengasah jiwa kewirausahaan siswa. Para peserta juga didorong menghasilkan dan menjual produk yang lebih ramah lingkungan.

“Kami menerapkan ketentuan agar makanan yang dijual dalam bazar tersebut harus ramah lingkungan dan diutamakan merupakan produk buatan anak-anak kita sendiri,” tambahnya.

Nuraeni berharap Spansatara Cup dapat menginspirasi sekolah lain untuk menyediakan ruang pengembangan minat dan bakat siswa. Ia meyakini, kompetisi dari tingkat sekolah dapat menjadi jalan lahirnya atlet-atlet berbakat yang kelak mampu membawa nama Kutim ke tingkat nasional maupun internasional. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com