ilustrasi

Tas Guru Hilang di SMAN 1 Sampit, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta

Tas seorang guru yang berisi barang berharga dengan kerugian sekitar Rp20 juta diduga dicuri dari sepeda motor di SMAN 1 Sampit, sementara CCTV di lokasi tidak merekam langsung titik kejadian.

KOTAWARINGIN TIMUR – Keterbatasan jangkauan kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) menjadi sorotan setelah tas milik seorang guru berinisial B yang berisi barang berharga dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta diduga dicuri di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu sore (15/08/2026).

Tas tersebut sebelumnya digantung di sepeda motor milik B ketika ia mendampingi anak-anak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan drum band di sekolah. Saat kembali ke sepeda motor, korban mendapati tas tersebut sudah tidak berada di tempatnya.

Sejumlah barang berharga dilaporkan berada di dalam tas, termasuk dua perhiasan. Akibat kejadian tersebut, kerugian korban diperkirakan mencapai Rp20 juta.

Upaya menelusuri orang yang diduga mengambil tas terkendala rekaman CCTV di sekitar lokasi. Kamera pengawas disebut mengalami kerusakan atau tidak mengarah langsung ke titik sepeda motor korban sehingga tidak merekam secara jelas peristiwa pengambilan tas.

Meski tidak memperlihatkan langsung lokasi sepeda motor, rekaman CCTV yang tersedia menangkap sosok laki-laki mengenakan pakaian hitam, topi, dan masker. Pria tersebut diduga berkaitan dengan hilangnya barang milik korban, tetapi keterlibatannya belum dapat dipastikan.

Suami korban yang disebut dengan inisial N memilih tidak berspekulasi mengenai identitas orang tersebut. Namun, pihak korban menduga orang yang mengambil tas kemungkinan mengetahui kondisi dan aktivitas di lingkungan sekolah, termasuk keberadaan CCTV, sebagaimana diberitakan Beritasampit, Minggu (16/08/2026).

“Harapan kami bisa menyerahkan diri dan mengaku, sebelum kami melaporkan kasus ini ke pihak berwajib,” ujar N.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sampit M Darma Setiawan mengatakan pihak sekolah belum mengetahui identitas maupun ciri pasti orang yang diduga mengambil barang milik korban.

“Waduh, tak bisa berspekulasi,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut.

Darma mengatakan pihak sekolah masih menelusuri kejadian tersebut. Hingga kini, identitas orang yang diduga mengambil tas milik B belum diketahui dan dugaan mengenai keterkaitannya dengan lingkungan sekolah masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap pentingnya optimalisasi sistem pengawasan di lingkungan sekolah, terutama pada titik penyimpanan atau parkir kendaraan. Penelusuran lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap pihak yang bertanggung jawab sekaligus menjadi bahan evaluasi pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com