Teluk Rawa Gali Potensi Desa, dari Bibit Ikan hingga Normalisasi Sungai

Pemdes Persiapan Teluk Rawa mengembangkan perikanan dan pertanian sekaligus merancang normalisasi sungai serta pintu air untuk memperkuat ekonomi desa dan mengurangi risiko banjir.

KUTAI TIMUR – Pemerintah Desa (Pemdes) Persiapan Teluk Rawa, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai memperkuat fondasi pembangunan desa melalui pengembangan perikanan budidaya, pertanian hortikultura, serta perencanaan infrastruktur pengendali banjir di tengah masa transisi pemekaran.

Penjabat (Pj.) Kepala Desa (Kades) Persiapan Teluk Rawa Durrahman mengatakan, sektor perikanan menjadi salah satu potensi yang saat ini dipacu dengan membentuk Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan mengembangkan komoditas ikan nila, kepuyu, serta ikan lokal lainnya.

Pengembangan tersebut dilakukan dengan dukungan Dinas Perikanan Kutim melalui penyediaan indukan untuk menghasilkan bibit ikan unggul. Proses budidaya telah berlangsung sekitar empat bulan dengan memanfaatkan keramba di aliran sungai desa setempat.

“Sementara saya bergerak di perikanan, budidaya ikan nila, kepuyu, dan ikan lokal lainnya. Kita bentuk Pokdakan dan untuk pembibitan unggul ini kita dapatkan melalui kerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Timur. Indukannya kita dapatkan dari Balai Mandiangin Banjarbaru,” ujar Durrahman di Kantor Desa Persiapan Teluk Rawa pada Selasa (29/09/2026).

Selain sektor perikanan, Pemdes Persiapan Teluk Rawa memperkuat sektor pertanian dengan membentuk dua Kelompok Tani (Poktan). Kelompok tersebut diarahkan mengembangkan komoditas hortikultura, mulai dari sayur-mayur, jagung, hingga umbi-umbian untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat.

Pengembangan sektor produktif itu menjadi bagian dari upaya pemerintah desa memanfaatkan potensi lokal selama proses menuju desa definitif. Perikanan dan pertanian diharapkan menjadi sektor yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan seiring penguatan kelembagaan masyarakat.

Di sisi lain, Pj. Kades Persiapan Teluk Rawa juga menyiapkan rencana jangka panjang berupa penataan kawasan sungai. Rencana tersebut mencakup normalisasi aliran sungai dan pembangunan pintu air yang akan diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Infrastruktur pintu air direncanakan tidak hanya mendukung penataan kawasan sungai, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko banjir, khususnya di kawasan Pinang Dalam dan Gang Borneo.

“Pengembangan jangka panjangnya sungai itu akan kita kelola untuk pariwisata. Sungainya sudah ada, tinggal dinormalisasi dan dibuatkan pintu air. Pintu air ini juga penting untuk pencegahan banjir di area Pinang Dalam dan Gang Borneo. Saat air banjir dari hulu tinggi, pintu ditutup agar air tidak masuk membanjiri pemukiman warga,” pungkasnya.

Selain fungsi pengendalian banjir, sungai tersebut juga diproyeksikan dapat dikembangkan sebagai kawasan pariwisata. Penataan aliran sungai diharapkan membuka ruang pemanfaatan potensi kawasan secara lebih luas tanpa mengabaikan kebutuhan perlindungan permukiman masyarakat.

Dengan pengembangan perikanan, pertanian, serta perencanaan infrastruktur sungai, Pemdes Persiapan Teluk Rawa berupaya membangun fondasi ekonomi dan infrastruktur sejak masa persiapan pemekaran. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, sekaligus mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *