Petugas mengamankan ular tanah berbisa yang ditemukan seorang anak di pekarangan rumah warga Nunukan Selatan pada malam hari.
NUNUKAN – Kemunculan ular tanah berbisa di pekarangan rumah warga pada malam hari menjadi peringatan agar masyarakat rutin membersihkan lingkungan dan lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Ular tersebut dikenal pandai berkamuflase sehingga keberadaannya sulit dibedakan dari tanah maupun dedaunan kering.
Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan mengamankan ular itu dari pekarangan rumah Andi Salsabila di Jalan Simpang Kadir, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Minggu (21/06/2026) sekitar pukul 23.50 Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Keberadaan ular pertama kali diketahui oleh anak pemilik rumah ketika sedang duduk bersama teman-temannya di pekarangan. Karena tidak mengenali jenis ular tersebut dan khawatir terhadap keselamatan orang-orang di sekitar rumah, keluarga kemudian menghubungi petugas untuk meminta pertolongan.
Setelah menerima laporan, petugas mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan ular berbisa tersebut. Informasi penanganan itu sebagaimana diberitakan Sistem Publikasi Pembangunan Daerah dan Pelayanan Publik secara Terpadu dan Terintegrasi Kabupaten Nunukan (Simp4tik), Minggu, (21/06/2026).
Komandan Regu (Danru) piket Langkat menjelaskan, ular tanah merupakan jenis ular berbisa yang dapat membahayakan keselamatan manusia. Warna tubuhnya yang menyerupai tanah dan daun kering membuat ular tersebut sulit dikenali, terutama di lingkungan yang dipenuhi semak atau tumpukan dedaunan.
Menurut Langkat, ular tanah cenderung diam ketika didekati. Namun, ular itu dapat bereaksi dengan cepat apabila merasa terancam, terganggu, atau tidak sengaja terinjak.
Ular tanah juga tergolong hewan nokturnal yang aktif mencari makan pada malam hari. Sementara pada siang hari, ular tersebut biasanya bersembunyi di semak-semak, kebun, atau tempat lain yang terlindung.
Kebiasaan tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di pekarangan pada malam hari. Penerangan yang memadai dan kebersihan lingkungan dapat membantu warga mengenali serta mengurangi tempat persembunyian ular.
Danru Langkat mengimbau warga rutin melakukan sanitasi di sekitar rumah, termasuk membersihkan semak, tumpukan daun, dan area lembap yang berpotensi menjadi tempat persembunyian hewan melata.
Masyarakat juga diminta tidak menangani sendiri ular yang ditemukan di dalam maupun sekitar rumah. Warga sebaiknya menjaga jarak, mengawasi pergerakan ular dari tempat aman, dan segera menghubungi petugas terdekat untuk mencegah risiko gigitan serta ancaman terhadap keselamatan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan