gambar ilustrasi

Viral Konvoi Sajam di Banjarmasin, Polisi Ringkus Delapan Remaja

Polresta Banjarmasin menangkap delapan remaja bersenjata tajam yang diduga hendak tawuran setelah aksi konvoi mereka viral di media sosial dan meresahkan masyarakat.

BANJARMASIN – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin mengungkap maraknya aksi tawuran remaja yang dipicu tantangan melalui media sosial setelah menangkap delapan remaja bersenjata tajam di sejumlah lokasi berbeda. Mayoritas pelaku masih berstatus anak di bawah umur dan diduga hendak melakukan tawuran yang sebelumnya direncanakan secara digital.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banjarmasin bersama Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Banjarmasin Timur dan Tim Macan Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penangkapan terhadap para remaja tersebut usai video konvoi bersenjata tajam viral di media sosial dan menimbulkan keresahan masyarakat.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banjarmasin Timbul RK Siregar mengatakan pengungkapan kasus bermula dari patroli siber yang dilakukan jajaran kepolisian terhadap konten yang beredar luas di media sosial.

“Modus mereka mencari kelompok yang mau diajak tawuran melalui media sosial,” ujarnya saat konferensi pers di Markas Polresta (Mapolresta) Banjarmasin, Rabu (06/05/2026), sebagaimana dilansir Antara, Rabu (06/05/2026).

Menurutnya, aparat kemudian melakukan penelusuran terhadap aktivitas para pelaku hingga akhirnya melakukan penangkapan di sejumlah lokasi, termasuk di rumah masing-masing remaja yang terlibat.

Dari delapan orang yang diamankan, tujuh di antaranya diketahui masih berusia 15 hingga 17 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan dominasi keterlibatan remaja di bawah umur dalam aksi kekerasan jalanan yang dipicu aktivitas di ruang digital.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita empat senjata tajam yang diduga akan digunakan saat tawuran berlangsung. Barang bukti tersebut di antaranya satu bilah mandau dan beberapa senjata tajam lainnya.

Timbul menegaskan pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya kelompok lain yang terlibat dalam jaringan tawuran remaja berbasis media sosial.

Selain penindakan hukum, Polresta Banjarmasin juga menyoroti pentingnya pengawasan keluarga terhadap aktivitas anak, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari.

“Peran orang tua sangat penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak saat mereka mau keluar malam dan harus ditanya mau ke mana,” katanya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, kepolisian meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan guna menjaga stabilitas keamanan lingkungan dan mencegah aksi tawuran remaja kembali terjadi. Fenomena ini dinilai menjadi bagian dari persoalan nasional yang memerlukan penanganan bersama antara aparat, keluarga, sekolah, dan masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com