Toyota Avanza menabrak warung warga di Desa Kubu, Kobar, setelah pengemudi diduga mengantuk saat melintas pada dini hari.
KOTAWARINGIN BARAT – Warung milik warga di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), roboh setelah ditabrak Toyota Avanza yang diduga dikemudikan dalam kondisi mengantuk pada Rabu (10/06/2026) dini hari.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 04.15 Waktu Indonesia Barat (WIB) itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, pemilik warung mengalami kerugian material karena bangunan, kulkas, dan sejumlah barang dagangan rusak berserakan.
“Hancur lebur warung saya,” ucap Ningsing (34) pemilik warung dengan sedih, sebagaimana diberitakan Detik, Rabu, (10/06/2026).
Ningsing mengaku tidak mengetahui persis kronologi kecelakaan karena saat kejadian dirinya masih tidur. Suara benturan keras dari arah jalan membuat warga sekitar terkejut dan keluar rumah.
“Kronologi pasti kurang tahu karena kami masih tidur, berdebar jantung saya. Alhamdulillah masih selamat,” ujarnya lagi.
Warga sekitar menyebut Toyota Avanza berwarna silver bernomor polisi KH 1341 WA keluar dari badan jalan sebelum menghantam warung yang berada di tepi jalan. Benturan keras membuat bangunan kayu itu rusak parah, bahkan lantai papan warung terangkat.
“Pengemudinya mengantuk. Untung dia dan keluarganya tidak mengalami luka-luka. Mereka hendak menuju Desa Teluk Bogam, tetapi kondisinya masih mengantuk,” ujar warga Desa Kubu, Nar yang juga merupakan kerabat pemilik warung.
Menurut keterangan warga, pengemudi sempat berupaya mengurangi kecepatan saat memasuki tikungan. Namun, karena kehilangan fokus, pedal gas justru terinjak sehingga mobil melaju tidak terkendali dan menabrak warung.
“Kendaraan mengalami kerusakan signifikan terutama pada sisi yang pertama kali menghantam bangunan,” ujarnya.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Kobar, Sugeng, mengatakan kepolisian masih menangani perkara kecelakaan tersebut.
“Masih kami tangani di lapangan,” jawabnya singkat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengendara agar tidak memaksakan perjalanan saat mengantuk, terutama pada dini hari ketika konsentrasi menurun dan risiko kecelakaan meningkat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan