ilustrasi

137 Titik Panas Terdeteksi, Kalteng Waspada Karhutla

Sebanyak 105 dari total 137 titik panas di Kalteng terkonsentrasi di Kotim, Lamandau, Pulang Pisau, Kapuas, dan Sukamara saat musim kemarau memasuki fase puncak.

PALANGKA RAYA – Sebanyak 105 dari total 137 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Kalimantan Tengah (Kalteng) terkonsentrasi di lima kabupaten, Jumat (10/07/2026). Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat jumlah tertinggi dengan 33 titik, sehingga menjadi wilayah yang paling memerlukan perhatian dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Empat daerah lain dengan jumlah titik panas tertinggi ialah Lamandau sebanyak 23 titik, Pulang Pisau 19 titik, Kapuas 17 titik, dan Sukamara 13 titik. Konsentrasi titik panas di lima daerah tersebut menjadi peringatan agar pemeriksaan dan penanganan lapangan segera dilakukan selama puncak musim kemarau.

Data itu diperoleh dari pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya pada Jumat siang. Pemantauan dilakukan setiap hari sebagai bagian dari sistem peringatan dini terhadap ancaman karhutla di Kalteng.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Chandra Mukti Wijaya mengatakan, sebagaimana diberitakan Detik, Jumat, (10/07/2026), titik panas terbanyak ditemukan di Kotim.

“Dari hasil pemantauan hari ini terdapat 137 titik panas di wilayah Kalimantan Tengah. Data ini menjadi indikator yang harus diwaspadai bersama, terutama di daerah yang jumlah hotspot-nya cukup tinggi. Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 33 titik. Posisi berikutnya ditempati Lamandau dengan 23 titik, Pulang Pisau 19 titik, Kapuas 17 titik, dan Sukamara 13 titik,” terangnya.

Selain lima wilayah tersebut, Gunung Mas terpantau memiliki delapan titik panas dan Kotawaringin Barat tujuh titik. Katingan dan Seruyan masing-masing mencatat lima titik, sedangkan Barito Timur dan Barito Utara masing-masing memiliki dua titik.

Jumlah terendah ditemukan di Barito Selatan, Murung Raya, dan Kota Palangka Raya. Masing-masing wilayah tersebut tercatat memiliki satu titik panas.

Meski demikian, Chandra mengingatkan bahwa kemunculan titik panas tidak serta-merta membuktikan telah terjadi kebakaran. Data tersebut merupakan indikator awal yang perlu diverifikasi oleh petugas di lapangan.

“Hotspot belum tentu menunjukkan adanya kebakaran, tetapi menjadi sinyal awal yang perlu segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan oleh instansi terkait,” ujarnya.

Menurut Chandra, kondisi cuaca di Kalteng masih didominasi cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal di sejumlah wilayah dan dapat disertai petir serta angin kencang.

Namun, peluang hujan tersebut tidak menghilangkan ancaman karhutla karena musim kemarau telah berlangsung. Kondisi lahan yang semakin kering dapat membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi aktivitas pembakaran.

“Kondisi cuaca memang masih memungkinkan adanya hujan di beberapa daerah. Namun masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan karena musim kemarau telah berlangsung dan potensi karhutla tetap ada,” jelasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tidak membuka lahan atau memusnahkan sampah dengan cara membakar. Aktivitas tersebut berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan serta menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan kegiatan masyarakat.

“Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun serta terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap potensi karhutla maupun cuaca ekstrem,” tegas Chandra.

Pemantauan dan verifikasi lapangan perlu diprioritaskan di wilayah dengan konsentrasi titik panas tinggi, terutama Kotim, Lamandau, Pulang Pisau, Kapuas, dan Sukamara. Langkah cepat pemerintah, petugas, dan masyarakat diharapkan dapat mencegah titik panas berkembang menjadi karhutla yang lebih luas. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com