Kodam XII/Tanjungpura memusnahkan narkotika, senjata ilegal, minuman keras ilegal, dan sisik trenggiling hasil operasi Satgas Pamtas RI–Malaysia periode 2025–2026.
KUBU RAYA – Pengawasan perbatasan Republik Indonesia (RI)–Malaysia di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali ditegaskan melalui pemusnahan barang bukti hasil operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Darat RI–Malaysia periode 2025–2026.
Pemusnahan barang bukti itu dilakukan Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura di Lapangan Tidayu, Markas Kodam XII/Tanjungpura, Kubu Raya, sebagaimana diberitakan Antara, Senin (06/07/2026).
Barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas 20 pucuk senjata lantak, 30 pucuk senjata bowman, 5 pucuk pistol, sabu-sabu seberat 55.355,5 gram, ganja seberat 12.169,5 gram, 30 butir pil ekstasi, 312 botol minuman keras ilegal, serta 1.586 gram sisik trenggiling.
Panglima Kodam XII/Tanjungpura Novi Rubadi Sugito mengatakan barang bukti tersebut merupakan hasil operasi pengamanan di jalur perbatasan darat RI–Malaysia yang selama ini menjadi salah satu titik rawan penyelundupan dan kejahatan lintas negara.
“Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil operasi Satgas Pamtas di sepanjang jalur perbatasan darat RI–Malaysia yang selama ini menjadi salah satu wilayah rawan aktivitas penyelundupan dan kejahatan lintas negara,” kata Novi.
Kegiatan itu turut dihadiri Gubernur Kalbar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU), serta perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, Imigrasi, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak, dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Kalbar.
Kepala Kanwil Kemenkum Kalbar Jonny Pesta Simamora menegaskan, kehadiran pihaknya dalam pemusnahan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pemberantasan kejahatan lintas negara di wilayah perbatasan.
Menurut Jonny, posisi Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat daerah tersebut menghadapi tantangan besar dalam mencegah masuknya narkotika, senjata ilegal, serta berbagai barang selundupan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
“Kanwil Kemenkum Kalbar berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektoral bersama TNI, Polri, BNN, Bea Cukai, Imigrasi, dan seluruh pemangku kepentingan agar langkah pencegahan dan penegakan hukum di perbatasan berjalan lebih efektif dan komprehensif,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemusnahan barang bukti tersebut menjadi sinyal bahwa wilayah perbatasan Kalbar berada dalam pengawasan ketat melalui kerja sama lintas instansi.
Ke depan, Kanwil Kemenkum Kalbar akan terus meningkatkan koordinasi untuk meminimalisasi kejahatan lintas negara, terutama penyelundupan narkotika, senjata ilegal, dan barang terlarang lainnya melalui langkah pencegahan yang berkelanjutan dan terukur. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan