JAKARTA – Garuda Indonesia angkat bicara soal kabar viral yang menyebut maskapai nasional itu merekrut Khairun Nisa, wanita yang sebelumnya menyamar sebagai pramugari Batik Air. Pihak Garuda Indonesia menegaskan kabar tersebut tidak benar.
“Gambar yang beredar di media sosial itu menyesatkan. Wanita yang menyamar sebagai pramugari maskapai lain lalu dikabarkan diterima di Garuda Indonesia adalah informasi salah,” ujar Dicky Irchamsyah, Head of Corporate Communications Garuda Indonesia, Rabu (14/1/2026).
Dicky menambahkan, foto yang viral itu dibuat dengan teknologi artificial intelligence (AI). “Konten ini sengaja dibuat oleh pihak tidak bertanggung jawab. Saat ini, Garuda Indonesia juga belum membuka perekrutan awak kabin. Informasi resmi rekrutmen hanya bisa dicek di career.garuda-indonesia.com,” jelasnya.
Pernyataan Garuda Indonesia muncul setelah penyamaran Khairun Nisa menjadi sorotan publik. Wanita tersebut viral karena berhasil mengenakan pakaian mirip pramugari Batik Air dan melakukan perjalanan dari Palembang ke Jakarta. Dalam video yang tersebar, tampak ia berpenampilan rapi, rambut disanggul, dan busana menyerupai seragam pramugari resmi.
Namun, aksi ini berakhir setelah salah satu kru Batik Air mencurigainya. Kasus ini dilaporkan ke Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (6/1) pukul 22.00 WIB. Ipda Septian, Kasi Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, mengonfirmasi:
“Piket Satreskrim menerima informasi dari masyarakat terkait seorang wanita yang diduga pramugari gadungan memakai seragam Batik Air pada penerbangan ID 7058 rute Palembang–Jakarta pukul 18.20 WIB.”
Garuda Indonesia mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan tentang penyebaran konten AI yang menyesatkan publik. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan