PASER – UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kendilo Paser terus mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan melalui program Perhutanan Sosial. Program ini menjadi salah satu inisiatif pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Kabupaten Paser yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Melalui skema Perhutanan Sosial, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam pemanfaatan kawasan hutan secara legal dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan upaya perlindungan hutan dari kerusakan.
Kepala Seksi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat UPTD KPHP Kendilo, Agung Rohendi, menjelaskan bahwa salah satu bentuk konkret program tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman sereh wangi dan budidaya lebah madu kelulut di wilayah Rantau Atas. Program ini difokuskan pada pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi dan ramah lingkungan. “Kami membangun rumah produksi untuk memudahkan masyarakat mengolah hasil hutan non kayu”, jelasnya saat ditemui di kantor UPTD KPHP Kendilo Rabu (28/01/2026).
Menurut Agung, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan. Dengan memberikan ruang dan manfaat ekonomi kepada masyarakat, maka kesadaran untuk menjaga hutan akan tumbuh secara alami. “Sehingga jika masyarakat terlibat untuk menjaga hutan tentu mereka akan berpartisipasi”, imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa UPTD KPHP Kendilo juga terus melakukan inovasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya untuk mengubah paradigma yang selama ini terlalu bergantung pada perkebunan kelapa sawit. Edukasi ini dilakukan agar masyarakat memahami aturan pemanfaatan kawasan hutan serta dampak lingkungan dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
“Kalau mau nanam sawit di luar kawasan hutan ya tidak apa-apa, tapi kalau di kawasan itu ada aturannya. Bahkan kalau bisa kawasan diluar hutan itu juga tidak sawit, karena tahu sendiri bagaimana dampaknya sawit ini”,
Selain memberikan edukasi, UPTD KPHP Kendilo juga berperan aktif dalam mendampingi kelompok tani hutan dalam mengembangkan usaha produktif. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga pemasaran hasil produksi.
“Mulai dari perencanaan, misal kelompok tani hutan (KPH) punya program, kita fasilitasi, kita belikan mesinnya ,bahkan sampai nanti mau dikemanakan hasilnya, kita carikan juga pasarnya. ” Imbuhnya.
Dengan komitmen tersebut, masyarakat di sekitar kawasan hutan mulai merasakan dampak positif dari program Perhutanan Sosial. Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan jangka panjang. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan