Wali Kota Tarakan Warning Pelajar soal Narkoba dan Miras!

TARAKAN – Suasana Hall SMP Negeri 2 Tarakan, Senin (23/02/2026), mendadak semarak saat Wali Kota Tarakan Khairul, secara resmi membuka Pesantren Kilat Ramadan 1447 Hijriah. Namun, kegiatan tahunan ini tak sekadar seremoni keagamaan. Ada pesan keras yang disuarakan kepada para pelajar tentang ancaman narkoba, minuman keras, rokok, hingga penyimpangan perilaku yang dinilai merusak generasi muda.

Pesantren kilat tersebut mengangkat tema “Membentengi Diri dari Bahaya LGBT, Narkoba, Miras dan Rokok dalam Perspektif Agama dan Kesehatan”. Program ini dirancang sebagai bagian dari penguatan karakter siswa selama bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan penghargaan kepada pihak sekolah dan para siswa yang konsisten menyelenggarakan kegiatan pembinaan mental dan spiritual setiap Ramadan. Ia menilai, inisiatif kepala sekolah, guru, dan pengurus OSIS patut diapresiasi karena mampu menghadirkan kegiatan yang tak hanya bersifat seremonial.

“Saya melihat kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ruang pembentukan karakter yang nyata. Bahkan siswa nonmuslim juga ikut hadir sebagai wujud toleransi dan kebersamaan,” ujarnya, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kota Tarakan, Senin (23/02/2026).

Menurutnya, pesantren kilat seharusnya menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan nilai moral di kalangan pelajar. Ia menekankan bahwa pembinaan akhlak dan spiritualitas tidak boleh berhenti setelah Ramadan berakhir.

“Nilai-nilai agama jangan hanya diamalkan saat Ramadan. Justru harus menjadi kebiasaan sehari-hari dalam kehidupan para siswa,” tegasnya.

Dalam arahannya, ia mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, dan kebiasaan merokok yang berdampak langsung pada kesehatan, termasuk merusak fungsi otak dan masa depan generasi muda. Ia juga menyinggung pentingnya menjaga pergaulan yang sehat serta memilih lingkungan yang positif.

“Kalau ingin masa depan cerah, jauhi narkoba, miras, dan rokok. Dampaknya bukan hanya merusak tubuh, tapi juga menghancurkan cita-cita,” katanya mengingatkan.

Selain itu, Wali Kota juga mendorong para siswa agar berani menolak ajakan negatif. Ia mengajak pelajar untuk lebih selektif dalam menggunakan waktu, termasuk mengurangi aktivitas bermain gim yang tidak produktif.

“Biasakan mengatakan tidak pada hal-hal yang menjerumuskan. Salurkan energi melalui kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi seperti OSIS agar lebih bermanfaat,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tarakan berharap para siswa mampu membedakan yang baik dan yang buruk, sekaligus berani mengambil sikap yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Ramadan diharapkan menjadi titik balik perubahan menuju pribadi yang lebih disiplin, sehat, dan berkarakter kuat.

“Jadikan Ramadan ini sebagai awal untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com