Terowongan 13 Km di Himalaya Jadi Jalur Vital India ke Perbatasan China

Terowongan Zojila sepanjang 13,14 kilometer akan membuka akses sepanjang tahun menuju Ladakh, wilayah strategis India di dekat perbatasan China.

SONAMARG – Proyek terowongan Zojila di Pegunungan Himalaya menjadi penanda percepatan India memperkuat konektivitas menuju Ladakh, wilayah strategis di dekat perbatasan China, setelah pengeboran sepanjang 13,14 kilometer berhasil menembus lapisan batuan terakhir pada Senin (08/06/2026).

Terowongan tersebut akan membuka akses jalan sepanjang tahun antara Srinagar, kota utama di Kashmir yang dikuasai India, dan Leh, kota penting di Ladakh. Selama ini, jalur darat kedua wilayah kerap terputus saat musim dingin akibat salju tebal yang menutup kawasan pegunungan.

Menteri Jalan Raya India Nitin Gadkari menyebut proyek itu bukan hanya pembangunan infrastruktur biasa, melainkan akses vital bagi masyarakat dan negara, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Selasa, (09/06/2026).

“Ini bukan sekadar terowongan, tetapi juga jalur kehidupan,” kata Menteri Jalan Raya India, Nitin Gadkari, saat peresmian terowongan dataran tinggi tersebut, Selasa (09/06/2026), dikutip dari AFP.

Ladakh merupakan salah satu titik perbatasan darat paling sensitif antara India dan China. Ketegangan di kawasan itu meningkat setelah bentrokan militer pada 2020, meski hubungan kedua negara belakangan disebut membaik. Perbatasan sepanjang sekitar 3.500 kilometer itu tetap menjadi sumber ketegangan bagi dua negara pemilik senjata nuklir tersebut.

Terowongan Zojila dibangun di bawah Jalur Zojila pada ketinggian 3.528 meter. Lebih dari 3.000 pekerja terlibat dalam pengerjaan sejak 2020. Dalam tahapan akhir, ekskavator memotong bagian terakhir batuan, sementara Gadkari menekan tombol untuk memicu ledakan terakhir dari jarak jauh.

“Kami telah bekerja untuk terowongan ini siang dan malam dalam kondisi cuaca yang menantang, dan menyelesaikannya tanpa kecelakaan,” kata insinyur proyek Manmohan Singh kepada AFP.

Proyek ini menjadi bagian dari jaringan infrastruktur yang lebih luas, termasuk empat terowongan utama dan terowongan Sonamarg sepanjang 6,5 kilometer. Pembangunan tersebut disebut menelan anggaran sekitar 712 juta dolar Amerika Serikat (AS) dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2028.

Selain jalan raya, India juga mengembangkan jalur kereta api senilai 3,9 miliar dolar AS yang menghubungkan dataran rendah dengan Kashmir. Salah satu infrastruktur penting dalam proyek itu adalah Jembatan Kereta Api Chenab, yang disebut sebagai jembatan tertinggi di dunia dan telah diresmikan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Juni 2025.

Pembangunan terowongan Zojila diperkirakan mempercepat mobilitas warga, perdagangan, pasokan logistik, serta pergerakan pasukan menuju wilayah perbatasan yang selama ini sulit dijangkau saat musim dingin. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com