Polres Belu Tangkap Penyanyi Piche Kota Tersangka Kekerasan Seksual Anak

NUSA TENGGARA TIMUR – Kepolisian Resor Belu, Nusa Tenggara Timur, menangkap penyanyi lokal PYDAJK, yang akrab disapa Piche Kota, terkait dugaan kasus pemerkosaan terhadap seorang anak di bawah umur. Penangkapan dilakukan di kediaman tersangka di Atambua pada Sabtu (28/02/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.

Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, menyatakan bahwa penyidik langsung menindaklanjuti penangkapan dengan prosedur penahanan. Namun, kondisi kesehatan Piche Kota menjadi perhatian petugas. “Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter mitra klinik Polres Belu, tersangka dilaporkan dalam kondisi kurang sehat dan disarankan untuk beristirahat,” ungkap Astawa melalui keterangan resmi.

Karena alasan tersebut, penyidik membawa Piche Kota ke RSUD Atambua untuk observasi lebih lanjut. Selama proses pemeriksaan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Belu memastikan hak-hak tersangka tetap dijaga sesuai prosedur hukum.

Kasus ini berawal dari laporan yang diterima polisi pada 13 Januari 2026, terkait dugaan kekerasan seksual terhadap seorang siswi SMA berinisial ACT (16). Selain Piche Kota, terdapat dua tersangka lain yang diduga terlibat, yakni Roni Mali dan RAS. Laporan resmi telah tercatat dengan nomor LP/B/12/I/2026/SPKT/Polres Belu/Polda NTT.

Astawa menekankan bahwa proses penyelidikan masih berjalan, dan pihak kepolisian akan menindaklanjuti kasus ini sesuai hukum yang berlaku. “Kami mengimbau masyarakat untuk menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.

Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak dan penegakan hukum bagi pelaku kekerasan seksual. Pemeriksaan medis dan psikologis terhadap korban juga dilakukan untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi, sekaligus membantu proses penyidikan secara menyeluruh.

Hingga saat ini, Polres Belu masih mengumpulkan bukti dan saksi, sambil memastikan keselamatan tersangka selama proses hukum berlangsung. Kasus ini menjadi perhatian publik di NTT dan sekitarnya, karena melibatkan figur publik yang dikenal luas di kalangan masyarakat lokal. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com