NUNUKAN – Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dilanda banjir parah sejak Selasa 25 Februari 2026. Delapan kecamatan terdampak akibat luapan air dari sungai yang berhulu di wilayah Malaysia. Fenomena ini diperparah oleh intensitas hujan tinggi di kawasan perbatasan yang menyebabkan debit sungai meningkat drastis.
Asmar, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, menyatakan bahwa banjir bergerak dari hulu ke hilir, merendam sejumlah kecamatan secara bertahap. “Air mulai meluap di kawasan Sungai Lumbis hingga mencapai ketinggian 10,4 meter, menyebabkan permukiman warga terendam. Saat bergerak ke hilir, di Kecamatan Sembakung, tinggi muka air kini 4,50 meter, naik dari kondisi normal sekitar 3 meter,” ungkap Asmar, Sabtu (28/02/2026).
Lima kecamatan di wilayah Kabudaya terdampak, yakni Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis (Mansalong), Sembakung Atulai, dan Sembakung. Sementara tiga kecamatan lainnya di wilayah Krayan juga mengalami banjir. Warga Mansalong sempat terkejut karena air naik secara mendadak meski hujan deras tidak terjadi di wilayah mereka.
“Ini merupakan dampak langsung dari banjir kiriman lintas negara,” jelas Asmar. Warga yang terdampak kini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Beberapa permukiman mengalami kerusakan ringan hingga sedang, dan akses jalan menuju kecamatan terdampak terganggu akibat genangan air.
BPBD Kabupaten Nunukan telah mengerahkan personel dan logistik darurat untuk membantu warga yang terdampak. Koordinasi dengan pihak kecamatan dan relawan setempat dilakukan untuk memastikan evakuasi berjalan lancar serta kebutuhan pangan dan obat-obatan terpenuhi.
Fenomena banjir lintas negara ini kembali menyoroti pentingnya sistem peringatan dini dan pengelolaan sungai hulu di perbatasan. Asmar menekankan bahwa masyarakat harus tetap waspada karena kemungkinan luapan air kembali meningkat jika curah hujan di wilayah hulu Malaysia masih tinggi.
Banjir di Nunukan ini menjadi pengingat bahwa bencana alam tidak mengenal batas wilayah dan membutuhkan sinergi penanganan antarnegara, terutama dalam pemantauan aliran sungai lintas perbatasan. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan