KUBU RAYA – Partisipasi aktif masyarakat dan kepala desa di sejumlah kecamatan Kubu Raya mendapat pujian dari Bupati Sujiwo. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi motor penggerak pembangunan di tengah keterbatasan keuangan daerah.
Dalam wawancara usai kunjungan kerja, Sujiwo menyatakan kagum melihat inisiatif kepala desa yang menata wilayahnya secara mandiri, meniru penataan jalan di kawasan Ahmad Yani 2 dan Rasau. “Saya senang melihat mereka berlomba mempercantik desanya masing-masing. Ada yang secara swadaya menarik kabel untuk penerangan jalan, ada pula yang menanam pohon untuk penghijauan. Semangat seperti ini layak dicontoh,” kata Sujiwo, Senin (01/03/2026).
Bupati menilai, kondisi keuangan daerah yang sedang menipis akibat pemotongan transfer hingga Rp397 miliar, justru membuat peran serta masyarakat semakin vital. “Ketika negara sedang mengalami kesulitan, partisipasi warga menjadi sangat penting. Keteladanan kepala desa dan camat sungguh luar biasa,” ujarnya.
Tidak hanya memberi apresiasi, Sujiwo menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen memperbaiki infrastruktur. “InsyaAllah, setelah Lebaran, jalan-jalan yang rusak akan kita perbaiki. Pembangunan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga kolaborasi dengan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Sujiwo, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat bukan hanya soal fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab atas lingkungan sekitar. Program swadaya warga, mulai dari perbaikan jalan hingga penghijauan, menunjukkan bahwa pembangunan desa bisa berjalan meski anggaran terbatas.
Ia berharap semangat ini terus terjaga dan menyebar ke kecamatan lain. Dengan kolaborasi yang kuat, Bupati meyakini pembangunan di seluruh wilayah Kubu Raya bisa lebih cepat dan berkelanjutan. “Gotong royong harus dijadikan fondasi pembangunan. Semua pihak, baik pemerintah maupun warga, memiliki peran yang tak tergantikan,” tutupnya. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan