Gambar Ilustrasi

Puting Beliung Mengamuk, Eks SD Tinggal Puing

KOTA BARU – Angin puting beliung menerjang kawasan pesisir Desa Semayap, Selasa (03/03/2026) sekitar pukul 14.30 WITA, dan merobohkan bangunan lama SDN 1 Rampa yang berdiri di atas laut. Peristiwa itu memicu kepanikan warga yang tengah beraktivitas di dalam bangunan kosong tersebut.

Bangunan yang sudah tak difungsikan sebagai sekolah sejak 2019 itu selama ini dimanfaatkan warga, terutama nelayan, untuk beristirahat, memperbaiki jaring, hingga membenahi perahu. Saat pusaran angin datang, sebagian warga berhamburan menyelamatkan diri.

Sabariah (60), warga setempat, menceritakan suasana mencekam ketika angin kencang menggulung area tersebut. “Orang-orang panik. Ada yang langsung lompat ke laut, ada yang lari lewat pintu depan. Beberapa sempat terjebak dan kena serpihan kaca,” tuturnya, Rabu (04/03/2026).

Ia mengaku hanya bisa pasrah ketika angin berputar di hadapannya. Dalam kondisi kesehatan yang sedang terganggu akibat stroke, Sabariah memilih duduk di ambang pintu pos lama yang ditempatinya. “Saya suruh anak dan cucu keluar dulu. Saya tetap di depan sambil berdoa,” ucapnya lirih.

Beruntung, bangunan yang roboh ambruk ke sisi depan yang saat itu relatif sepi aktivitas. Di bagian belakang, sejumlah nelayan sedang sibuk menguras air dari perahu agar tidak tenggelam akibat gelombang dan terpaan angin.

Keesokan paginya, puing-puing bangunan tampak berserakan. Lantai yang tersisa menjadi pijakan warga untuk membangun tempat berteduh darurat. Para nelayan kembali menyusun papan dan material seadanya untuk menyimpan peralatan tangkap mereka.

Bangunan SDN 1 Rampa sendiri merupakan cikal bakal dari SDN 3 Semayap yang kini berlokasi di Jalan Silver Perikanan. Relokasi sekolah dilakukan beberapa tahun lalu karena kondisi bangunan lama dinilai tak lagi aman, mengingat posisinya yang berdiri di atas laut.

Warga menyebut insiden serupa pernah terjadi sebelumnya pada struktur lama sekolah tersebut. Kini, kejadian terbaru itu kembali menjadi pengingat keras akan risiko bangunan tua di kawasan pesisir yang rentan diterjang cuaca ekstrem. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com